Ketua DPC Lampung Utara Bhumi Literasi Anak Bangsa, Sri Wahyu Utami, S.Sos. atau yang akrab disapa Bu Cici, dikenal sebagai sosok penggerak literasi di Kabupaten Lampung Utara. Ia juga merupakan Ketua Teras Baca Mimi yang berlokasi di Desa Madukoro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara.
Perjalanan Bu Cici dalam dunia literasi bermula pada tahun 2020, saat ia mendapat penugasan ke Kimal Lampung dan harus pindah dari Jakarta ke sebuah dusun kecil di Lampung Utara. Kegemarannya membaca justru menghadapkan dirinya pada kenyataan pahit, karena di wilayah tersebut hampir tidak ditemukan toko buku, selain toko alat tulis yang menjual buku-buku yang diduga bajakan.
Berbekal buku-buku yang dibawa dari Jakarta, Bu Cici mulai membuka akses bacaan dari teras rumahnya yang kala itu masih setengah jadi. Anak-anak sekitar yang seusia dengan anak bungsunya kerap datang untuk melihat-lihat buku, kondisi yang semakin menguatkan niatnya untuk menyediakan bacaan layak bagi anak-anak di lingkungan tersebut.
Langkah serius kemudian diambil dengan bergabung bersama komunitas Sirah Nabawiyah SNC, sebuah komunitas penjualan buku siroh yang memiliki program wakaf buku dan Rumah Peradaban. Dari program inilah, pada 21 Juli, berdirilah Rumah Peradaban SNC Kotabumi Utara, dengan koleksi buku wakaf dari para muwakif dan penerbit yang bekerja sama dengan SNC.
Sejak saat itu, kegiatan literasi semakin berkembang, mulai dari penggalangan dan distribusi buku siroh ke TPQ serta PAUD/TK di sekitar Kotabumi. Aktivitas yang dijalankan pun terstruktur dengan dukungan semacam silabus, seperti berkisah dari buku siroh, membaca mandiri, membacakan nyaring, hingga bookish play dan permainan edukatif agar anak-anak tidak merasa jenuh.
Seiring berjalannya waktu, Bu Cici dan Teras Baca Mimi bergabung dengan Forum TBM Lampung Utara. Secara resmi, Teras Baca Mimi terdaftar dalam basis data TBM Indonesia. Hal ini membuka akses yang lebih luas, termasuk bantuan 1.000 bahan bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), dengan capaian KPI TBM yang meraih grade hijau selama dua tahun berturut-turut.
Menyadari keterbatasan jarak dan kondisi geografis, Teras Baca Mimi kini lebih aktif menjalankan program Pustaka Keliling sebagai bentuk “jemput bola”. Bu Cici bersama relawan mendatangi musala dan sekolah dengan membawa buku serta membuka pojok baca gratis bagi anak-anak.
Dari kegiatan tersebut, kolaborasi pun terjalin dengan pengelola TPQ dan PAUD, khususnya terkait sirkulasi bahan bacaan. Hingga kini, Teras Baca Mimi telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan dua lembaga yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan literasi.
Selain kegiatan rutin, Teras Baca Mimi juga telah menyelenggarakan dua kegiatan besar tingkat desa, yaitu Lomba Mewarnai dalam rangka Hari Pahlawan tahun 2024 dan Kelas Pra Baligh bagi Remaja Putri pada tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi dapat dikemas secara kreatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Bu Cici mengakui bahwa tantangan sebagai relawan literasi tidaklah ringan, terutama karena masih banyak masyarakat yang awam terhadap gerakan literasi. Namun, dukungan dari berbagai pihak seperti FTBM, RP SNC, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara, serta bergabungnya Teras Baca Mimi dengan Bhumi Literasi Anak Bangsa, menjadi sumber semangat untuk terus bersinergi. Ia berharap, upaya ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampung Utara dan bersama-sama mendorong kemajuan negeri.


