-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Bhumi Literasi Tulungagung Bahas Peran AI dalam Karya Ilmiah Guru

    Bhumi Literasi
    Monday, February 23, 2026, February 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T11:54:32Z

     


    Tulungagung - Bhumi Literasi Anak Bangsa melalui DPC Tulungagung menghadirkan ruang diskusi inspiratif bertajuk “Ngobrol Bareng Spesial Ramadan”. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah refleksi dan berbagi pengalaman bagi guru serta pegiat literasi dalam menghadapi tantangan penulisan karya tulis ilmiah di era digital yang kian berkembang pesat.


    Acara yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 15.30 WIB ini disiarkan secara langsung melalui akun TikTok resmi Bhumi Literasi Anak Bangsa. Momentum Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat semangat belajar, berbagi, dan meningkatkan kualitas literasi di kalangan pendidik.


    Dalam diskusi tersebut, Bhumi Literasi mengangkat tema besar mengenai tantangan guru dalam menulis karya tulis ilmiah dan mengembangkan budaya literasi. Tidak sedikit guru yang menghadapi kendala mulai dari keterbatasan waktu, kurangnya pendampingan teknis, hingga kesulitan menuangkan gagasan secara sistematis dan akademis.


    Menariknya, diskusi ini juga membahas secara khusus peran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam membantu proses penulisan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, AI dinilai mampu menjadi alat bantu yang efektif, namun tetap perlu digunakan secara bijak agar tidak mengikis esensi berpikir kritis dan orisinalitas penulis.


    Hadir sebagai narasumber utama, Rizky Arief Shobirin, M.Si., selaku Ketua DPC Tulungagung, memaparkan berbagai perspektif terkait pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa teknologi seharusnya menjadi mitra strategis guru, bukan pengganti proses intelektual yang mendalam.


    Menurutnya, AI dapat membantu dalam tahap awal seperti mencari referensi, menyusun kerangka tulisan, hingga memberikan alternatif redaksi. Namun demikian, sentuhan personal, analisis kritis, dan refleksi pengalaman tetap menjadi kunci utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.


    Diskusi semakin hidup dengan dipandu moderator Ferani Alifia Yuni Giharta yang mengajak audiens untuk turut berinteraksi secara langsung melalui kolom komentar. Para peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman masing-masing.


    Kegiatan ini bukan sekedar obrolan santai, melainkan ruang kolaboratif yang menghadirkan solusi dan inspirasi konkret bagi guru dan pegiat literasi. Suasana Ramadan yang penuh keberkahan turut memperkuat semangat kebersamaan dalam meningkatkan kompetensi profesional pendidik.


    Melalui kegiatan ini, Bhumi Literasi Tulungagung berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak karya tulis ilmiah dari para guru, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya literasi digital yang etis dan bertanggung jawab. AI diharapkan menjadi alat pemberdayaan, bukan jalan pintas.


    Dengan terselenggaranya “Ngobrol Bareng Spesial Ramadan”, Bhumi Literasi Anak Bangsa kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas guru di seluruh Indonesia. Semangat literasi yang berpadu dengan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu melahirkan generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan adaptif di era digital.

    Komentar

    Tampilkan