-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Brigjen TNI Dr. Fitry Taufiq Sahary Perkenalkan Konsep Kepemimpinan Intuisi Militer untuk Hadapi Tantangan Strategis

    Bhumi Literasi
    Sunday, June 7, 2026, June 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T00:28:59Z

     


    Brigjen TNI Dr. Fitry Taufiq Sahary, S.E., M.M., M.Kom. (AI), selaku Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, memperkenalkan konsep Kepemimpinan Intuisi Militer sebagai pendekatan kepemimpinan yang relevan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks. Menurutnya, perkembangan situasi global, regional, dan nasional menuntut pemimpin militer memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan adaptif.

    Dr. Fitry menjelaskan bahwa kepemimpinan intuisi militer bukanlah keputusan yang diambil secara spontan tanpa dasar, melainkan kemampuan yang lahir dari akumulasi pengalaman, pengetahuan, latihan, pendidikan, dan pemahaman mendalam terhadap situasi yang dihadapi. Kemampuan tersebut menjadi pelengkap bagi pendekatan rasional dan analitis yang selama ini digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

    Menurutnya, lingkungan strategis saat ini ditandai oleh kondisi yang sering disebut sebagai VUCA, yaitu volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, seorang pemimpin militer tidak selalu memiliki waktu yang cukup untuk melakukan analisis secara mendalam sebelum mengambil keputusan. Karena itu, intuisi menjadi salah satu faktor penting dalam kepemimpinan modern.

    Dr. Fitry menegaskan bahwa intuisi dalam kepemimpinan militer harus dipahami sebagai perpaduan antara ilmu dan seni. Dari sisi ilmu, intuisi dapat dikembangkan melalui pembelajaran, penelitian, dan pengalaman operasional. Sementara dari sisi seni, intuisi berkaitan dengan kemampuan membaca situasi, memahami perilaku manusia, serta mengenali berbagai peluang dan ancaman yang tidak selalu terlihat dalam data kuantitatif.

    Ia juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa bentuk intuisi yang dapat dikembangkan oleh seorang pemimpin, di antaranya intuisi sensorik, intuisi kognitif, intuisi afektif, dan intuisi spiritual. Keempat aspek tersebut membantu pemimpin dalam memahami situasi secara lebih utuh, baik dari sisi fakta lapangan, proses berpikir, kondisi psikologis personel, maupun nilai-nilai moral yang menjadi dasar pengambilan keputusan.

    Dalam militer, kepemimpinan intuisi dinilai sangat penting ketika menghadapi situasi darurat, konflik, maupun operasi yang bergerak cepat. Pada kondisi tersebut, seorang komandan dituntut untuk mengambil keputusan strategis dalam waktu singkat dengan informasi yang sering kali tidak lengkap. Pengalaman penugasan dan jam terbang operasional menjadi faktor yang memperkuat kualitas intuisi seorang pemimpin.

    Selain itu, Dr. Fitry menekankan bahwa penggunaan intuisi tidak boleh dipisahkan dari logika dan analisis data. Kepemimpinan yang efektif justru lahir dari kemampuan menyeimbangkan antara pemikiran rasional dan intuisi. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki tingkat akurasi yang tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan.

    Seiring berkembangnya teknologi digital, Dr. Fitry melihat bahwa kecerdasan buatan, big data, dan sistem informasi pertahanan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat intuisi pemimpin militer. Teknologi mampu menyediakan informasi yang lebih cepat dan akurat, sementara intuisi membantu pemimpin menafsirkan informasi tersebut dalam operasional yang kompleks.

    Lebih lanjut, konsep kepemimpinan intuisi militer tidak hanya relevan untuk operasi pertahanan, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengembangan organisasi. Menurut Dr. Fitry, pemimpin yang memiliki intuisi yang baik akan lebih mampu memotivasi anggota, membangun budaya organisasi yang adaptif, serta menciptakan inovasi yang mendukung peningkatan kinerja institusi secara berkelanjutan.

    Melalui pengembangan konsep Kepemimpinan Intuisi Militer, Dr. Fitry berharap lahir generasi pemimpin yang mampu mengintegrasikan pengalaman, pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kepemimpinan dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, penguatan kemampuan intuisi di kalangan perwira dan kader pemimpin menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan strategis serta memperkuat kemampuan organisasi militer dalam menjaga kepentingan nasional.

    Komentar

    Tampilkan