Jakarta – Wakil Kepala Pusat Sejarah TNI (Wakapusjarah TNI) memimpin rapat bersama para pustakawan dan sejarawan Pusat Sejarah TNI di Perpustakaan TNI pada Senin (3/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat, serta menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pengelola perpustakaan dan para sejarawan dalam mendukung pelestarian sejarah perjuangan bangsa.
Rapat yang diselenggarakan di Perpustakaan TNI tersebut tidak hanya membahas berbagai program kerja dan penguatan tata kelola perpustakaan, tetapi juga menjadi wadah bertukar gagasan mengenai pengembangan layanan informasi sejarah yang semakin adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Dalam arahannya, Wakapusjarah TNI menekankan pentingnya menghadirkan perpustakaan sebagai ruang yang tidak sekedar menyimpan koleksi buku dan arsip sejarah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas intelektual yang mampu menghadirkan suasana nyaman bagi setiap pengunjung maupun personel yang bekerja di dalamnya.
Menurut Wakapusjarah TNI, suasana perpustakaan memiliki pengaruh terhadap kualitas diskusi, pengambilan keputusan, hingga produktivitas kerja. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan perpustakaan perlu memperhatikan aspek kenyamanan, kebersihan, ketertiban, serta atmosfer yang mendukung terciptanya ide-ide kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapusjarah TNI menyampaikan bahwa "Perpustakaan jadi tempat rapat yang nyaman dan menyenangkan karena adanya energi positif yang dipancarkan." Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa lingkungan kerja yang kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan semangat kolaborasi dan kualitas pelayanan.
Para pustakawan dan sejarawan yang hadir menyambut baik arahan tersebut. Mereka memandang perpustakaan bukan hanya sebagai pusat referensi sejarah, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan berbagai pemikiran untuk menghasilkan inovasi dalam pengelolaan dokumentasi sejarah TNI.
Selain membahas penguatan fungsi perpustakaan, rapat juga menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan informasi, pelestarian arsip sejarah, serta pengembangan literasi kesejarahan di lingkungan TNI.
Kolaborasi antara pustakawan dan sejarawan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keakuratan data sejarah, memperkaya koleksi referensi, serta mendukung proses penelitian yang menjadi fondasi penyusunan berbagai karya ilmiah maupun dokumentasi sejarah militer Indonesia.
Melalui pertemuan tersebut diharapkan semakin terbangun budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, dan profesional. Perpustakaan TNI diharapkan terus berkembang menjadi pusat pengetahuan yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai sejarah, sekaligus menjadi ruang inspiratif bagi seluruh personel dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan energi positif yang terus dipupuk, Pusat Sejarah TNI berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi, diskusi, serta pengembangan ilmu pengetahuan sejarah yang mampu mendukung pelaksanaan tugas TNI dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai perjuangan bangsa kepada generasi mendatang.

