Kapten Cke Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc. merupakan sosok perwira TNI Angkatan Darat yang dikenal memiliki latar belakang unik dan inspiratif. Ia adalah abituren Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI tahun 2018, yang membuktikan bahwa dunia militer terbuka bagi putra-putri bangsa dengan beragam latar belakang keilmuan, termasuk teknologi informasi.
Lahir dari dunia akademik, Rizal Mutaqin menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Informatika di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ketertarikannya pada kepemimpinan dan kebijakan publik kemudian membawanya melanjutkan studi ke jenjang Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada. Perpaduan antara kompetensi digital dan perspektif kepemimpinan inilah yang menjadi fondasi kuat dalam perjalanan karier dan pemikirannya.
Di luar tugas kedinasan, Kapten Rizal Mutaqin dikenal luas sebagai pegiat literasi nasional. Ia merupakan Ketua Umum sekaligus Founder Bhumi Literasi Anak Bangsa, sebuah gerakan literasi akar rumput yang berangkat dari keluarga dan komunitas. Melalui wadah ini, ia mendorong lahirnya penulis-penulis baru dan menanamkan nilai literasi sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa.
Produktivitas Rizal Mutaqin sebagai penulis terbilang cukup aktif. Hingga kini, ia telah menulis 19 buku ber-ISBN dengan ragam genre, mulai dari nonfiksi inspiratif, buku motivasi, kepemimpinan, teknologi, hingga novel dan antologi cerpen. Karya-karyanya menjadi bukti konsistensi bahwa literasi dapat berjalan seiring dengan pengabdian sebagai prajurit TNI.
Buku Anak IT Juga Bisa Jadi Tentara menjadi salah satu karya ikonik yang mematahkan stigma lama tentang dunia militer. Melalui buku ini, Rizal menunjukkan bahwa kompetensi digital justru menjadi kebutuhan strategis pertahanan negara di era modern. Pesan inklusif ini diperkuat melalui buku Saya Bukan Keluarga TNI, Saya Tidak Punya Uang, Apa Bisa Lolos Jadi TNI? yang memberi harapan bagi generasi muda dari keluarga sederhana.
Selain buku motivasi dan reflektif, Rizal Mutaqin juga menulis karya fiksi seperti Duel Dua Hacker Sakti, Tuyul Kecil dan Tabungan Dukun, dan Mental Baja di Era Milenial. Melalui cerita-cerita tersebut, ia menyampaikan nilai perjuangan, ketangguhan mental, serta kritik sosial dengan bahasa yang ringan namun bermakna.
Di bidang kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia, namanya tercatat sebagai penulis buku strategis seperti Kepemimpinan Militer di Era Milenial, Membangun SDM Unggul di Lingkungan Militer, dan Manusia Berkarakter. Karya-karya ini memperlihatkan pemikirannya tentang pentingnya adaptasi, karakter, dan inovasi di tengah perubahan zaman.
Kecintaannya pada teknologi juga tercermin dalam buku Menggali Dunia Digital dan Pemrograman Arduino. Buku-buku ini dirancang agar mudah dipahami oleh pemula hingga praktisi, sekaligus menjadi jembatan literasi teknologi bagi masyarakat luas, termasuk kalangan militer.
Nilai reflektif dan spiritual hadir dalam karya seperti Filosofi Tukang Parkir, Sego Goreng Suroboyo, serta seri Bhumi Literasi Anak Bangsa. Melalui kolaborasi dengan keluarga, termasuk istri dan putranya, Rizal menghadirkan literasi sebagai aktivitas penuh cinta, makna, dan keteladanan, bukan sekedar kegiatan akademik.
Melalui buku-buku terbarunya seperti Semua Orang Bisa Menulis Buku, Gerakan Literasi Akar Rumput, dan Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan, Kapten Cke Rizal Mutaqin menegaskan posisinya sebagai prajurit, intelektual, dan pegiat literasi. Kiprahnya menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dilakukan melalui senjata, pena, dan keteladanan hidup yang berakar pada nilai, ilmu, dan iman.


