Bhumi Literasi Anak Bangsa kembali menghadirkan program inspiratif melalui kegiatan “Ngobrol Bareng Spesial Ramadan” yang mengangkat tema “Membangun Budaya Baca di Wilayah Terbatas.” Kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang sarat makna dalam upaya memperkuat gerakan literasi, khususnya di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.
Acara ini akan menghadirkan Sri Wahyu Utami, S.Sos., selaku Ketua DPC Lampung Utara, sebagai narasumber utama. Beliau akan menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan untuk memastikan anak-anak di wilayah terbatas tetap memiliki akses terhadap buku dan kegiatan literasi.
Menurut Sri Wahyu Utami, tantangan literasi di wilayah terbatas bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi juga minimnya budaya membaca di lingkungan keluarga dan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang berkelanjutan dan menyentuh akar permasalahan, termasuk membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya membacakan buku sejak dini.
Kegiatan ini dipandu oleh Ade Prasetia Ningsih, S.Pd., Bendahara DPC Lampung Utara, yang bertindak sebagai moderator. Dengan suasana diskusi yang hangat dan interaktif, moderator akan mengajak audiens untuk aktif berbagi pengalaman dan gagasan dalam mengembangkan budaya baca di lingkungan masing-masing.
Melalui siaran langsung di TikTok Bhumi Literasi Anak Bangsa, acara ini dapat menjangkau masyarakat luas tanpa batas geografis. Pemanfaatan platform digital menjadi strategi efektif untuk memperluas dampak gerakan literasi, sekaligus membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan bagi pemerataan akses pengetahuan.
Tema Ramadan dipilih bukan tanpa alasan. Bulan suci menjadi momentum refleksi dan peningkatan kualitas diri, termasuk dalam hal menambah wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan. Literasi dipandang sebagai bagian dari ibadah intelektual yang mampu memperkaya jiwa dan pikiran.
Dalam diskusi tersebut juga akan disampaikan berbagai strategi konkret, seperti pengadaan pojok baca, donasi buku, kelas literasi, hingga pelibatan relawan muda sebagai duta baca di wilayah masing-masing. Langkah-langkah ini diharapkan mampu membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai komentar dan pertanyaan yang masuk selama siaran berlangsung. Banyak di antara mereka yang berbagi cerita tentang kondisi literasi di daerahnya serta harapan agar gerakan ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Bhumi Literasi Anak Bangsa menegaskan komitmennya untuk terus bergerak menghadirkan buku dan harapan bagi generasi masa depan. Organisasi ini percaya bahwa literasi adalah fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Melalui “Ngobrol Bareng Spesial Ramadan,” Bhumi Literasi Anak Bangsa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian dalam gerakan literasi. Karena di wilayah terbatas sekalipun, semangat belajar dan mimpi anak-anak Indonesia harus tetap tumbuh tanpa batas.


