Kotabumi Utara, 13 Februari 2022 — Suasana berbeda tampak di Rumah Peradaban Kotabumi pada Ahad pagi. Jika biasanya anak-anak datang untuk membaca mandiri dan bermain, saat itu hadir sebuah kegiatan baru yang tak kalah menarik: menulis. Kegiatan tersebut menjadi warna segar dalam upaya menumbuhkan budaya literasi sejak dini di Kotabumi Utara, Lampung.
Gagasan tersebut bermula dari sebuah ajakan mengikuti event menulis untuk anak usia 6–12 tahun. Informasi itu menginspirasi Bu Cici, yang saat ini mendapat amanah sebagai Ketua Bhumi Literasi Lampung Utara. Tanpa ragu, ia melemparkan ide tersebut kepada anak-anak yang hadir pagi itu.
Respons yang diterima di luar dugaan. Anak-anak menyambut ajakan tersebut dengan penuh antusias. Wajah-wajah kecil itu tampak bersemangat ketika diminta menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam tulisan. Alhamdulillah, suasana penuh keceriaan dan rasa ingin tahu memenuhi ruangan.
Meski sebagian besar dari mereka masih dalam tahap awal mengenal teknik menulis, semangat yang diperlihatkan menjadi hal yang paling membahagiakan. Bu Cici mengaku bungah melihat keberanian anak-anak mencoba hal baru. Baginya, keberanian memulai jauh lebih penting daripada kesempurnaan hasil.
Kegiatan menulis ini menjadi pelengkap dari aktivitas rutin yang selama ini berjalan, yakni membaca mandiri dan bermain edukatif. Dengan tambahan program menulis, Rumah Peradaban Kotabumi semakin memperkaya ruang eksplorasi literasi bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Menurut Bu Cici, anak-anak memang perlu terus distimulus, terutama terhadap hal-hal baru yang mampu mengasah kreativitas dan daya pikir. Menulis bukan sekedar merangkai kata, tetapi juga melatih keberanian berpendapat, berimajinasi, dan mengekspresikan perasaan.
Ia menilai bahwa momen seperti itu harus dimanfaatkan untuk membangun fondasi literasi yang kuat. Ketika anak-anak merasa menulis adalah kegiatan yang menyenangkan, maka kecintaan terhadap dunia literasi akan tumbuh secara alami, tanpa paksaan.
Ke depan, Bu Cici berharap dapat membentuk kelas khusus belajar menulis di Rumah Peradaban Kotabumi. Kelas tersebut dirancang sebagai wadah pembinaan yang lebih terarah, sehingga kemampuan menulis anak-anak dapat berkembang secara bertahap dan sistematis.
Harapan itu tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik dari orang tua, relawan, maupun pegiat literasi lainnya. Semangat kolaborasi menjadi kunci agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak lebih luas.
Dengan semangat sederhana namun penuh makna, kegiatan menulis perdana pada 13 Februari 2022 tersebut menjadi langkah kecil yang menyimpan harapan besar. Dari Kotabumi Utara, benih-benih penulis masa depan mulai ditanam, dengan doa dan harapan agar Allah SWT meridai setiap ikhtiar yang dilakukan.


.webp)
.webp)
