-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa Kaji Persentase Plagiasi untuk Menjaga Integritas Karya Penulis

    Bhumi Literasi
    Thursday, February 12, 2026, February 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T00:26:13Z

     


    Bhumi Literasi Anak Bangsa terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas dan integritas karya para penulis. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengkajian persentase plagiasi terhadap buku-buku yang diterbitkan oleh para penulis yang tergabung dalam organisasi tersebut.

    Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Bayu Kurnianto, S.Kom., M.T.I., CHRMP., memimpin langsung proses kajian tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan standar kualitas publikasi. Kajian ini bertujuan untuk memastikan setiap karya yang dihasilkan tetap menjunjung tinggi etika penulisan dan orisinalitas ide.

    Menurut Bayu Kurnianto, langkah ini tidak dimaksudkan untuk membatasi kreativitas penulis, melainkan sebagai bentuk pendampingan agar penulis semakin memahami pentingnya penulisan yang bebas dari plagiasi. Dengan demikian, kualitas karya yang diterbitkan dapat terus meningkat seiring berkembangnya kompetensi para penulis.

    Bhumi Literasi Anak Bangsa menilai bahwa penerapan kebijakan terkait plagiasi perlu dilakukan secara bijak dan bertahap. Oleh karena itu, pengkajian yang dilaksanakan saat ini masih bersifat evaluatif, yakni mengumpulkan data dan masukan sebelum menetapkan standar yang paling tepat bagi para penulis.

    Selain itu, organisasi juga menekankan bahwa kebijakan yang disusun nantinya tidak akan memberatkan para penulis. Prinsip utama yang dipegang adalah edukasi dan pembinaan, sehingga penulis tetap merasa nyaman dalam berkarya sekaligus memahami tanggung jawab akademik dan intelektual yang melekat pada setiap tulisan.

    Program kajian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran literasi akademik di kalangan penulis pemula maupun penulis profesional. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai teknik sitasi, parafrase, dan penyusunan referensi, potensi terjadinya plagiasi dapat diminimalkan sejak tahap awal penulisan.

    Bhumi Literasi Anak Bangsa juga membuka ruang diskusi dan pelatihan terkait penulisan bebas plagiasi sebagai bagian dari program pengembangan kapasitas penulis. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan panduan praktis sekaligus memperkuat budaya literasi yang sehat dan bertanggung jawab.

    Langkah pengkajian ini mendapat respons positif dari para penulis, yang melihatnya sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kualitas karya anggotanya. Banyak penulis menilai bahwa standar yang jelas justru akan membantu meningkatkan kredibilitas buku yang diterbitkan.

    Ke depan, hasil kajian yang dilaksanakan oleh Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa akan menjadi dasar dalam merumuskan pedoman internal terkait batas toleransi plagiasi yang proporsional, edukatif, dan selaras dengan tujuan pengembangan literasi nasional.

    Melalui upaya ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya-karya berkualitas, berintegritas, serta tetap memberikan ruang yang luas bagi para penulis untuk berkembang tanpa merasa terbebani oleh regulasi yang kaku. 

    Komentar

    Tampilkan