Pengawas Bhumi Literasi Anak Bangsa, Ade Rizky Oktavian, S.M., M.M., menegaskan pentingnya seluruh pengurus untuk menjaga kemurnian nilai, visi, dan arah gerakan organisasi sebagai fondasi utama keberlanjutan gerakan literasi yang telah dibangun. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan koordinasi internal yang dihadiri oleh pengurus pusat.
Dalam arahannya, Ade Rizky Oktavian menekankan bahwa Bhumi Literasi Anak Bangsa harus tetap berdiri sebagai organisasi sosial-literasi yang independen dan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu yang dapat menggeser tujuan utama organisasi. Independensi dinilai sebagai kunci utama agar program-program literasi tetap berfokus pada kepentingan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa nilai integritas harus menjadi karakter utama setiap pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Integritas tidak hanya diwujudkan dalam administrasi yang transparan, tetapi juga dalam komitmen moral untuk menjalankan kegiatan secara jujur, profesional, dan bertanggung jawab.
Selain itu, pengabdian kepada masyarakat disebut sebagai roh dari setiap gerakan Bhumi Literasi Anak Bangsa. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan, baik pelatihan, pendampingan literasi, maupun kegiatan sosial lainnya, harus selalu diarahkan pada upaya meningkatkan kualitas literasi masyarakat secara nyata.
Ade Rizky Oktavian juga mengingatkan bahwa perkembangan organisasi yang semakin luas harus diimbangi dengan penguatan nilai dasar organisasi. Tanpa penguatan nilai, pertumbuhan organisasi berpotensi kehilangan arah dan identitas yang telah dibangun sejak awal berdirinya.
Ia mengajak seluruh pengurus, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menjaga semangat kebersamaan dan soliditas organisasi. Kolaborasi yang sehat dan komunikasi yang terbuka dinilai mampu memperkuat konsistensi gerakan literasi di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap program kerja yang dirancang harus selalu mengacu pada visi besar Bhumi Literasi Anak Bangsa sebagai gerakan literasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus memberikan dampak berkelanjutan.
Para pengurus yang hadir menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai organisasi dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Mereka menilai penguatan nilai organisasi menjadi langkah strategis untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Bhumi Literasi Anak Bangsa sendiri terus berkembang sebagai wadah yang mendorong lahirnya berbagai kegiatan literasi, mulai dari pelatihan menulis, diskusi literasi, hingga pengembangan komunitas baca di berbagai daerah. Perkembangan ini menunjukkan semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam gerakan literasi.
Dengan penegasan tersebut, diharapkan seluruh pengurus Bhumi Literasi Anak Bangsa dapat terus menjaga kemurnian nilai, visi, dan arah gerakan organisasi, sehingga keberadaan Bhumi Literasi Anak Bangsa semakin kuat sebagai organisasi sosial-literasi yang independen, berintegritas, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.


