Organisasi literasi nasional Bhumi Literasi Anak Bangsa kembali memperluas jangkauan gerakannya dengan membentuk Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Kabupaten Bangkalan. Pembentukan DPC Bangkalan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi di wilayah Madura sekaligus memperluas jaringan organisasi di tingkat daerah.
Dalam struktur kepengurusan yang baru dibentuk tersebut, Adin Lazuardy Firdiansyah, S.Si., M.Mat. secara resmi ditunjuk sebagai Ketua DPC Bangkalan. Penunjukan ini diharapkan mampu mempercepat program literasi di daerah serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan pendidikan dan pengembangan kemampuan membaca maupun menulis.
Pembentukan DPC Bangkalan merupakan bagian dari komitmen Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam memperluas gerakan literasi hingga ke daerah-daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Bhumi Literasi menilai bahwa Madura, khususnya Bangkalan, memiliki semangat literasi yang terus berkembang dan membutuhkan wadah yang terorganisasi secara profesional.
Dengan terbentuknya DPC Bangkalan, kini Bhumi Literasi Anak Bangsa telah memiliki empat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) yang tersebar di berbagai provinsi. Keempat DPW tersebut meliputi Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tenggara, dan Lampung. Keberadaan DPW ini menjadi penggerak utama dalam koordinasi program literasi di tingkat wilayah.
Selain itu, jumlah Dewan Pengurus Cabang (DPC) juga terus bertambah secara signifikan. Hingga saat ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa telah memiliki 15 DPC yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan literasi yang diusung Bhumi Literasi semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Adapun 15 DPC yang telah terbentuk meliputi Malang, Jember, Madiun, Gresik, Pamekasan, Sidoarjo, Bima, Lampung Utara, Mojokerto, Mataram, Tulungagung, Bombana, Buton, Wakatobi, dan yang terbaru adalah Bangkalan. Penyebaran DPC ini mencerminkan upaya organisasi dalam menjangkau wilayah Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.
Ketua DPC Bangkalan yang baru ditunjuk diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda. Program-program yang akan dijalankan meliputi pelatihan menulis, pendampingan literasi digital, serta penguatan komunitas literasi lokal.
Pengurus pusat Bhumi Literasi Anak Bangsa juga menegaskan bahwa pembentukan DPC tidak hanya sebatas pembentukan struktur organisasi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan gerakan literasi yang berkelanjutan. Setiap DPC diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat di daerah masing-masing.
Dengan bertambahnya jumlah DPC, Bhumi Literasi Anak Bangsa semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu organisasi yang konsisten dalam mendorong peningkatan literasi di Indonesia. Perluasan jaringan ini juga menjadi bukti bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari berbagai daerah dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan.
Ke depan, Bhumi Literasi Anak Bangsa menargetkan pembentukan kepengurusan di lebih banyak daerah agar gerakan literasi semakin merata. Kehadiran DPC Bangkalan diharapkan menjadi awal dari berkembangnya berbagai program literasi baru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.


