Perjalanan literasi Rizal Mutaqin kembali mencatatkan tonggak baru. Per tanggal 30 Maret 2026, Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa tersebut tercatat telah menulis dan menerbitkan 20 buku ber-ISBN yang mencakup berbagai tema, mulai dari pendidikan, teknologi, kepemimpinan, hingga cerita inspiratif.
Karya-karya Rizal Mutaqin tidak hanya berfokus pada satu bidang tertentu, tetapi menyentuh banyak aspek kehidupan. Buku seperti Anak IT Juga Bisa Jadi Tentara dan Saya Bukan Keluarga TNI, Saya Tidak Punya Uang, Apa Bisa Lolos Jadi TNI? menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin menembus keterbatasan latar belakang untuk meraih cita-cita besar.
Selain itu, ia juga dikenal produktif dalam menulis buku bertema teknologi dan literasi digital, seperti Duel Dua Hacker Sakti, Jejak Digital, dan Menggali Dunia Digital. Buku-buku tersebut banyak dibaca oleh kalangan pelajar dan mahasiswa yang ingin memahami dunia digital secara lebih sederhana dan aplikatif.
Di bidang pengembangan diri, Rizal Mutaqin juga melahirkan sejumlah karya yang berfokus pada karakter dan mentalitas. Beberapa di antaranya adalah Mental Baja di Era Milenial, Manusia Berkarakter, dan Seni Berbicara di Depan Publik. Melalui buku-buku ini, ia mendorong generasi muda untuk membangun mental kuat dan percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Tak hanya itu, ia juga menulis buku yang sarat nilai filosofis dan reflektif, seperti Filosofi Tukang Parkir dan Gerakan Literasi Akar Rumput: Filosofi Bhumi Literasi Anak Bangsa. Kedua karya tersebut memperlihatkan bagaimana literasi tidak hanya sekedar membaca dan menulis, tetapi juga membangun cara berpikir dan karakter masyarakat.
Kiprah literasi Rizal Mutaqin semakin kuat dengan hadirnya buku Bhumi Literasi Anak Bangsa Jilid 1 dan Bhumi Literasi Anak Bangsa Jilid 2. Buku tersebut menjadi bukti nyata gerakan literasi yang ia bangun bukan hanya konsep, tetapi sudah menjadi gerakan nyata yang melibatkan banyak penulis pemula di berbagai daerah.
Di sisi lain, tema budaya dan cerita inspiratif juga menjadi bagian dari karya-karyanya. Buku seperti Mozaik Budaya Fakfak serta Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan: Sang Jenderal Pecinta Buku menunjukkan kepedulian penulis terhadap nilai budaya dan tokoh-tokoh inspiratif di Indonesia.
Tidak hanya sebagai penulis, Rizal Mutaqin juga berperan sebagai editor dalam lima buku ber-ISBN. Di antaranya Teknik Penghapusan Kabut Pada Citra Digital, Janji Yang Tak Pernah Padam, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan di Dunia Pendidikan, Pembelajaran Eksploratif, serta Pemikiran Sang Bapak Bhumi Literasi. Peran ini memperkuat posisinya sebagai penggerak literasi yang tidak hanya menulis, tetapi juga membantu lahirnya penulis baru.
Menariknya, perjalanan hidupnya sendiri bahkan telah diabadikan dalam sebuah buku biografi berjudul Dari Kelas Kecil Ke Medan Perang: Perjalanan Seorang Anak Guru Menjadi Prajurit TNI. Buku tersebut menceritakan perjalanan seorang anak guru yang berjuang hingga menjadi prajurit TNI dan kemudian dikenal sebagai tokoh literasi.
Dengan capaian 20 buku ber-ISBN dan kontribusi sebagai editor berbagai karya, nama Rizal Mutaqin kini semakin dikenal sebagai salah satu penggerak literasi yang produktif di Indonesia. Melalui Bhumi Literasi Anak Bangsa, ia terus mendorong lahirnya generasi penulis baru serta memperkuat gerakan literasi dari akar rumput.


