Setelah resmi menerima amanah sebagai Ketua DPW Jawa Timur Bhumi Literasi Anak Bangsa pada 9 April 2026, Taufiquddin bergerak cepat melakukan konsolidasi internal guna menghidupkan kembali gerakan literasi di wilayah Jawa Timur. Langkah awal ini menjadi penanda keseriusannya dalam membangun kembali semangat literasi di tingkat daerah.
Konsolidasi tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan jajaran pengurus daerah. Pada Sabtu, 11 April 2026, pertemuan digelar bersama Wakil DPW yang juga Ketua DPC Kota Tulungagung, Rizki Arief Sobirin. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Selanjutnya, pada Senin, 13 April 2026, konsolidasi dilanjutkan bersama Ketua DPC Malang, H. Muhammad Arif beserta jajaran pengurusnya. Agenda ini semakin memperkuat komunikasi antarstruktur organisasi di tingkat daerah.
Dalam setiap pertemuan, Taufiquddin menekankan pentingnya sinergi antar pengurus sebagai fondasi utama dalam menggerakkan kembali budaya literasi yang sempat mengalami penurunan. Ia mengajak seluruh elemen organisasi untuk kembali aktif dan produktif dalam menjalankan program literasi.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar DPC menjadi kunci dalam menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Tanpa kerja sama yang solid, gerakan literasi akan sulit berkembang secara optimal di tengah tantangan zaman.
Selain itu, Taufiquddin juga mendorong seluruh jajaran DPC untuk menghadirkan program-program inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Inovasi tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali dekat dengan dunia literasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi aktif dalam program-program yang telah dirancang oleh DPP Bhumi Literasi Anak Bangsa. Hal ini sejalan dengan arahan Ketua Umum, Rizal Mutaqin, yang disampaikan dalam forum Halal Bihalal pengurus Bhumi Literasi.
Diskusi internal yang berlangsung singkat namun padat tersebut menjadi momentum strategis untuk menyamakan visi dan langkah ke depan. Berbagai gagasan muncul, mulai dari penguatan komunitas literasi hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana edukasi.
Para perwakilan DPC juga menyampaikan sejumlah masukan terkait tantangan di lapangan, termasuk rendahnya minat baca di beberapa wilayah serta perlunya pendekatan kreatif dalam menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, DPW Jawa Timur dalam waktu dekat akan menggelar rapat khusus secara daring bersama seluruh DPC di wilayah Jawa Timur. Rapat ini diharapkan menghasilkan rencana aksi yang terarah, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan budaya literasi di masyarakat.



