-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Publik Dibuat Penasaran! Pertemuan Tokoh Bhumi Literasi Anak Bangsa Bahas Apa?

    Bhumi Literasi
    Monday, May 11, 2026, May 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T00:29:11Z

     


    Dewan Pengurus Pusat Bhumi Literasi Anak Bangsa menggelar diskusi strategis bersama Dewan Pembina pada Senin, 11 Mei 2026, dalam rangka mempersiapkan agenda besar Musyawarah Nasional (Munas) yang direncanakan berlangsung pada September 2026 mendatang. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan manusia melalui pendidikan yang berkarakter dan berorientasi pada kemanfaatan sosial.

    Diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Rizal Mutaqin. Sementara dari unsur Dewan Pembina hadir Ketua Dewan Pembina Dr. Nugraha Gumilar dan Sekretaris Dewan Pembina Bayu Kurnianto.

    Dalam diskusi tersebut, Pembina Bhumi Literasi menegaskan bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari pendidikan, baik formal, informal, maupun nonformal. Pendidikan dinilai bukan hanya sebagai sarana akademik, melainkan sebagai jalan utama membentuk pola pikir, karakter, serta kualitas manusia yang utuh.

    Pembina Bhumi Literasi menyoroti bahwa tujuan pendidikan tidak boleh berhenti hanya pada pencapaian nilai akademik atau indeks prestasi semata. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang benar-benar memahami ilmu yang dipelajarinya dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.

    Menurut Ketum Bhumi Literasi, pemahaman ilmu dapat dibangun melalui kemampuan berpikir kritis dalam setiap substansi pembelajaran. Melalui proses analisis yang mendalam, seseorang akan terbiasa melihat persoalan secara lebih luas dan terlatih untuk menemukan solusi dari berbagai tantangan kehidupan.

    Kemampuan problem solving atau pemecahan masalah tersebut dinilai menjadi fondasi dalam melahirkan kreativitas dan inovasi. Dari kreativitas itulah akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga mampu menciptakan perubahan dan peluang baru di tengah masyarakat.

    Bhumi Literasi Anak Bangsa juga menekankan pentingnya membangun jiwa mandiri pada generasi muda. Kemandirian dianggap sebagai modal utama dalam menciptakan dunia baru, termasuk membuka lapangan pekerjaan dan menghadirkan solusi atas persoalan sosial maupun ekonomi di lingkungan sekitar.

    Dalam forum tersebut, Pembina Bhumi Literasi juga menyampaikan bahwa manusia yang berhasil membangun dirinya dengan baik akan memiliki nilai manfaat yang besar bagi masyarakat. Kehidupan tidak hanya dimaknai sebagai upaya mencari makan, harta, ataupun kedudukan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat memberikan dampak positif bagi orang lain.

    Rencana pelaksanaan Munas Bhumi Literasi Anak Bangsa pada September 2026 nanti diharapkan menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat gerakan literasi, pendidikan karakter, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

    Melalui diskusi tersebut, Bhumi Literasi Anak Bangsa menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan gerakan pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi pintar, tetapi juga melahirkan manusia yang kritis, kreatif, inovatif, mandiri, dan mampu membawa manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. 

    Komentar

    Tampilkan