Bhumi Literasi cabang Mataram kembali melaksanakan kegiatan rutin “Rabu Membaca” pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen komunitas literasi dalam membangun budaya membaca dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Para peserta yang berasal dari berbagai kalangan tampak aktif mengikuti sesi membaca bersama, diskusi ringan, hingga berbagi pandangan mengenai buku dan wawasan pengetahuan yang dibaca. Program ini menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk memperluas wawasan sekaligus mempererat hubungan sosial melalui budaya literasi.
Ketua Bhumi Literasi Mataram menyampaikan bahwa program “Rabu Membaca” merupakan agenda rutin yang terus dijalankan sebagai upaya sederhana namun konsisten dalam menumbuhkan minat baca masyarakat. Menurutnya, budaya membaca harus dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara berulang dan melibatkan banyak pihak.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjadi wadah inspirasi bagi generasi muda agar lebih dekat dengan buku dan aktivitas intelektual. Di tengah maraknya penggunaan media sosial dan konsumsi informasi instan, membaca dinilai tetap menjadi fondasi dalam membentuk pola pikir kritis dan karakter yang kuat.
Peserta kegiatan terlihat membawa berbagai jenis bacaan, mulai dari buku motivasi, pendidikan, sejarah, hingga literatur pengembangan diri. Setelah sesi membaca, peserta juga diberi kesempatan untuk menyampaikan poin-poin penting dari buku yang mereka baca sehingga tercipta suasana diskusi yang aktif dan interaktif.
Bhumi Literasi Mataram menilai bahwa gerakan kecil seperti membaca bersama memiliki dampak besar apabila dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, kegiatan “Rabu Membaca” akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi Bhumi Literasi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi. Dengan meningkatnya minat baca, diharapkan masyarakat memiliki kemampuan berpikir yang lebih terbuka, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Beberapa peserta mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman positif dan menambah motivasi untuk kembali membiasakan diri membaca buku setiap hari. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.
Kegiatan “Rabu Membaca” sekaligus menunjukkan bahwa gerakan literasi tidak harus dilakukan dalam skala besar untuk memberikan dampak nyata. Konsistensi dan semangat kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun budaya membaca di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan rutin ini, Bhumi Literasi Mataram berharap semangat membaca dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Dengan budaya literasi yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan pengetahuan, wawasan, dan karakter yang lebih baik.

