-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Menanam Sayuran di Halaman Rumah: Therapy Garden dan Ketahanan Pangan Paling Murah

    Bhumi Literasi
    Monday, June 29, 2026, June 29, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T06:34:24Z

     


    Menanam sayuran di halaman rumah sering kali dianggap sebagai pekerjaan yang mudah dan sepele. Aktivitas ini identik dengan upaya memenuhi kebutuhan pangan keluarga atau sekadar mengisi waktu luang. Namun, di balik kesederhanaannya, berkebun ternyata memiliki manfaat lain yang tidak kalah penting, yaitu membantu menjaga kesehatan mental dan memberikan ketenangan pikiran. Di era yang serba cepat dan penuh tekanan seperti sekarang, berkebun bahkan dapat disebut sebagai salah satu bentuk healing yang paling sederhana dan murah.

    Konsep ini dikenal dengan istilah therapy gardenTherapy garden merupakan pemanfaatan ruang hijau yang ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai bagian dari berbagai program terapi, seperti terapi okupasi, terapi fisik, maupun terapi hortikultura. Melalui interaksi dengan unsur-unsur alam seperti tanaman, udara segar, dan cahaya matahari, seseorang dapat memperoleh manfaat yang mendukung kesehatan fisik maupun mental.

    Tidak mengherankan jika saat berkebun, seseorang sering merasakan ketenangan dan kedekatan dengan alam. Aktivitas seperti menggemburkan tanah, menanam, menyiram, hingga merawat tanaman melibatkan gerakan fisik yang bermanfaat bagi kebugaran tubuh. Selain membantu menjaga kesehatan fisik dan berat badan, berkebun juga memberikan pengalaman relaksasi yang mampu mengurangi tingkat stres. Merawat tanaman dan menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau dapat memberikan efek menenangkan bagi pikiran (Chalmin-Pui et al., 2021).

    Karena itu, menanam bukan hanya soal memenuhi kebutuhan pangan. Lebih dari itu, aktivitas ini juga menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan mental yang sama pentingnya. Keterhubungan antara manusia dan alam melalui kegiatan berkebun menjadi aspek yang menarik untuk dikaji dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Jika kebiasaan berkebun semakin banyak dilakukan oleh warga, bukan tidak mungkin akan terbentuk lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan bahagia. Warga yang memiliki ruang untuk berinteraksi dengan alam cenderung lebih rileks, bersemangat, dan memiliki suasana hati yang lebih baik. Dengan demikian, halaman rumah yang ditanami sayuran tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan psikologis yang berharga bagi kehidupan masyarakat.


    Penulis: Fazhurrahman, S.STP., M.AP. (Wakil Ketua DPW Bhumi Literasi Nusa Tenggara Barat)

    Komentar

    Tampilkan