-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Diklapa Menanti, Persiapan Harus Maksimal

    Bhumi Literasi
    Monday, July 13, 2026, July 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T02:53:17Z

    Pelaksanaan Bimsuh dalam rangka Seleksi Pendidikan Lanjutan Perwira (Seldikpus Diklapa) bukan sekedar kegiatan pembinaan fisik biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengukur kesiapan seorang perwira dalam menghadapi tantangan pendidikan maupun penugasan yang semakin kompleks di masa depan.

    Pada Selasa, 14 Juli 2026, saya bersama Kapten Saefudin dan Kapten Bram mengikuti kegiatan Bimsuh yang dilaksanakan di Brigif 1 PIK/Jayasakti. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan diri secara optimal sebelum mengikuti tahapan pendidikan lanjutan yang menjadi salah satu jenjang dalam karier keprajuritan.

    Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipandu oleh Kapten Arm Farrij, S.Or. dari Kodam Jaya. Sebagai pelatih, beliau memberikan arahan sekaligus motivasi agar kami mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan kesehatan selama latihan.

    Materi pertama yang diberikan adalah Tempo Run. Latihan ini mengajarkan pentingnya menjaga ritme dan konsistensi saat berlari. Dalam pandangan saya, Tempo Run memiliki filosofi yang sangat relevan dengan kehidupan seorang perwira, yaitu kemampuan menjaga performa secara stabil dalam menghadapi berbagai tekanan tugas.

    Materi berikutnya adalah Strength and Core. Latihan ini berfokus pada penguatan otot inti dan daya tahan tubuh. Kekuatan fisik yang baik merupakan fondasi utama dalam menunjang mobilitas serta ketahanan seorang prajurit di berbagai medan dan situasi operasi.

    Yang tidak kalah penting, kami juga mendapatkan materi Renang Militer (Renmil). Kemampuan berenang militer merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki prajurit karena berkaitan langsung dengan kemampuan bertahan hidup, mobilitas tempur, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi medan yang menuntut kesiapan.

    Menurut saya, kombinasi ketiga materi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan prajurit modern tidak hanya menekankan satu aspek saja. Keseimbangan antara daya tahan, kekuatan, dan keterampilan militer merupakan faktor penting dalam membentuk perwira yang profesional dan adaptif.

    Selain manfaat fisik, kegiatan Bimsuh juga menjadi ajang membangun semangat kebersamaan. Latihan yang dilaksanakan bersama rekan-rekan seperjuangan menumbuhkan rasa solidaritas, saling mendukung, dan semangat untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu lolos seleksi dan berhasil menempuh pendidikan lanjutan.

    Diklapa pada hakikatnya bukan hanya tentang peningkatan kompetensi individu, tetapi juga proses pembentukan karakter kepemimpinan. Oleh karena itu, setiap tahapan persiapan, termasuk Bimsuh, harus dimaknai sebagai kesempatan untuk terus mengembangkan diri menjadi pemimpin yang tangguh dan berintegritas.

    Melalui kegiatan Bimsuh di Brigif 1 PIK/Jayasakti ini, saya semakin menyadari bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan. Dibutuhkan disiplin, kerja keras, konsistensi latihan, serta kemauan untuk terus belajar. Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, kelancaran, dan hasil terbaik dalam menghadapi Seldikpus Diklapa, serta mampu menjadi perwira yang semakin profesional dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.


    Ditulis oleh: Rizal Mutaqin (Ketum Bhumi Literasi)
    Komentar

    Tampilkan