-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Mayjen TNI Dr. Fitry Taufiq Sahary Dorong Penerapan Meritokrasi untuk Meningkatkan Kualitas SDM

    Bhumi Literasi
    Friday, July 17, 2026, July 17, 2026 WIB Last Updated 2026-07-17T13:50:39Z

     


    Pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul memerlukan sistem yang adil, objektif, dan berorientasi pada kompetensi. Hal tersebut disampaikan oleh Mayjen TNI Dr. Fitry Taufiq Sahary, S.E., M.M., M.Kom. (AI), Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), yang menegaskan bahwa meritokrasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan organisasi modern yang profesional, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan strategis di era transformasi digital. Pandangan tersebut sejalan dengan arah pengembangan pendidikan pertahanan yang menempatkan kualitas SDM sebagai prioritas utama.

    Menurut Mayjen TNI Fitry Taufiq Sahary, meritokrasi bukan sekedar konsep administratif, melainkan budaya organisasi yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap individu untuk berkembang berdasarkan prestasi, kompetensi, integritas, dan kinerja nyata. Dalam sistem merit, setiap promosi jabatan, pengembangan karier, maupun pemberian penghargaan harus didasarkan pada kemampuan yang terukur, bukan pada faktor kedekatan, senioritas semata, maupun pertimbangan nonobjektif.

    Ia menjelaskan bahwa penerapan meritokrasi menjadi semakin penting di tengah perubahan lingkungan strategis yang berlangsung sangat cepat. Revolusi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta dinamika geopolitik global menuntut organisasi memiliki SDM yang mampu berpikir kritis, inovatif, adaptif, dan memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat berdasarkan data serta analisis yang komprehensif. Oleh karena itu, proses pengembangan SDM harus mampu mengidentifikasi talenta-talenta terbaik secara objektif.

    Dalam perspektif manajemen pertahanan, meritokrasi merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Penempatan personel yang sesuai dengan kompetensi diyakini mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi organisasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus membangun budaya profesionalisme yang berkelanjutan. Sistem tersebut juga akan menciptakan kepercayaan di antara seluruh anggota organisasi karena setiap individu memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

    Mayjen TNI Fitry Taufiq Sahary juga menekankan bahwa pengembangan SDM modern tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi informasi. Penggunaan sistem informasi manajemen SDM, analisis data, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence dapat membantu organisasi melakukan pemetaan kompetensi, identifikasi kebutuhan pelatihan, evaluasi kinerja, serta perencanaan suksesi kepemimpinan secara lebih objektif dan akurat. Latar belakang akademiknya yang mencakup bidang manajemen hingga Artificial Intelligence memperkuat pandangannya mengenai pentingnya transformasi digital dalam tata kelola organisasi.

    Selain kompetensi teknis, ia menilai bahwa meritokrasi harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter. Integritas, disiplin, loyalitas terhadap organisasi, kemampuan bekerja sama, serta kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari indikator keberhasilan pengembangan SDM. Dengan demikian, organisasi tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas dan etika profesi yang kuat.

    Dalam lingkungan pendidikan tinggi pertahanan, penerapan meritokrasi juga diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan RI terus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi multidisiplin, memahami dinamika pertahanan modern, menguasai teknologi digital, serta mampu memberikan solusi strategis terhadap berbagai tantangan nasional. Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya mencetak SDM pertahanan yang unggul dan berdaya saing global.

    Data pendukung menunjukkan bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu fokus utama Universitas Pertahanan RI sebagai pusat keunggulan ilmu pertahanan (Center of Excellence on Defence Science and Military Intellectual). Selain itu, berbagai fakultas di lingkungan Unhan terus memperkuat kapasitas akademik melalui pendidikan, riset, dan inovasi. Sebagai ilustrasi, salah satu fakultas di Unhan mencatat memiliki 473 mahasiswa, 1.104 alumni, 12 dosen, 17 tenaga kependidikan, 8 program studi, dan 6 bidang keahlian, yang menggambarkan besarnya ekosistem pengembangan SDM di lingkungan universitas tersebut.

    Lebih lanjut, Mayjen TNI Fitry Taufiq Sahary berpandangan bahwa meritokrasi akan menjadi motor penggerak lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan manajerial, wawasan strategis, serta keberanian mengambil keputusan dalam situasi kompleks. Organisasi yang menerapkan meritokrasi secara konsisten diyakini akan lebih siap menghadapi tantangan perubahan, meningkatkan daya saing, sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan institusi.

    Melalui penguatan sistem merit dalam pengembangan SDM, Mayjen TNI Fitry Taufiq Sahary berharap seluruh institusi, khususnya di sektor pertahanan dan pemerintahan, mampu membangun budaya kerja yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada prestasi. Dengan menempatkan kompetensi sebagai dasar utama pengembangan karier, Indonesia diharapkan memiliki sumber daya manusia unggul yang mampu mendukung terwujudnya ketahanan nasional, tata kelola organisasi yang modern, serta pembangunan bangsa yang berkelanjutan di masa depan.

    Komentar

    Tampilkan