Bagi generasi milenial yang lahir pada dekade 1990-an, nama Lionel Messi bukan sekedar pesepak bola. Ia adalah bagian dari perjalanan masa muda yang menemani hari-hari sekolah, pergaulan, hingga mimpi-mimpi tentang kerja keras dan kesuksesan. Saya termasuk salah satu yang beruntung dapat menyaksikan langsung perjalanan Messi sejak awal kariernya hingga menjelma menjadi legenda sepak bola dunia.
Masa remaja saya bertepatan dengan era keemasan Barcelona. Saat duduk di bangku SMA sekitar tahun 2011 hingga 2013, pertandingan Barcelona hampir selalu menjadi tontonan wajib. Tidak peduli seberapa larut pertandingan berlangsung, ada semangat yang sulit dijelaskan ketika mengetahui Lionel Messi akan bermain di lapangan.
Pada masa itu, bangun pukul 2 pagi bukanlah sesuatu yang berat. Alarm dini hari yang biasanya terasa menyiksa justru menjadi penanda bahwa pertunjukan sepak bola kelas dunia akan segera dimulai. Bersama jutaan penggemar lainnya di berbagai belahan dunia, saya menunggu aksi Messi dengan penuh antusiasme.
Setiap pertandingan menghadirkan sensasi yang berbeda. Kecepatan dribel, kecerdasan membaca permainan, hingga kemampuan mencetak gol dari situasi yang tampaknya mustahil membuat Messi selalu menjadi pusat perhatian. Ia bukan hanya pemain hebat, tetapi juga seniman yang melukis keindahan melalui sepak bola.
Yang paling membekas adalah dominasi Barcelona pada periode tersebut. Tidak jarang tim lawan harus menyerah dengan skor fantastis. Kemenangan demi kemenangan membuat para penggemar menikmati malam yang penuh kegembiraan, bahkan ketika pertandingan baru berakhir menjelang subuh.
Menariknya, rasa kantuk yang seharusnya menghantui aktivitas di sekolah justru sering kali tidak terasa. Setelah menyaksikan Messi mencetak gol dan membawa Barcelona menang besar, semangat yang muncul seakan mampu mengalahkan kelelahan. Energi positif dari kemenangan sang idola menjadi bekal menjalani hari.
Bagi banyak pelajar saat itu, obrolan di sekolah keesokan harinya hampir selalu membahas pertandingan semalam. Gol spektakuler Messi, assist brilian, atau kemenangan telak Barcelona menjadi topik hangat yang menyatukan pertemanan. Sepak bola menjadi bahasa universal yang menghubungkan banyak orang.
Lebih dari sekedar prestasi di lapangan, Messi juga mengajarkan nilai-nilai penting. Dengan postur yang tidak terlalu besar dan karakter yang cenderung pendiam, ia membuktikan bahwa kerja keras, konsistensi, dan dedikasi mampu mengalahkan berbagai keterbatasan. Pesan itulah yang tanpa disadari menginspirasi banyak anak muda.
Kini, ketika melihat perjalanan karier Messi yang telah dipenuhi berbagai gelar bergengsi, saya menyadari bahwa saya bukan hanya menyaksikan seorang pemain sepak bola. Saya menyaksikan lahir dan tumbuhnya seorang legenda yang mengubah sejarah olahraga dunia. Dari seorang talenta muda di Barcelona hingga menjadi ikon global, perjalanan itu berlangsung di depan mata generasi saya.
Karena itu, Lionel Messi akan selalu memiliki tempat istimewa dalam kenangan generasi 90-an. Ia bukan hanya tentang trofi, rekor, atau gol-gol indah. Ia adalah bagian dari masa muda yang penuh semangat, ketika rasa kantuk rela dikorbankan demi menyaksikan sang idola beraksi, dan ketika kemenangan Barcelona mampu membuat hari-hari sekolah terasa lebih menyenangkan.
Ditulis oleh: Rizal Mutaqin (Ketum Bhumi Literasi)

