-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Luar Biasa! Lurah Nae Kota Bima Ubah Sampah Jadi Kuota Internet dan Sembako

Friday, September 11, 2026 | September 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T08:50:43Z

 




Program pengelolaan sampah di Kelurahan Nae, Kota Bima, menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat diubah menjadi sebuah gerakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satu gagasan menarik yang mendapat perhatian adalah program penukaran sampah dengan kuota internet dan sembako.

Gagasan tersebut menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah tidak harus selalu dilakukan dengan pendekatan konvensional. Sampah yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak bernilai justru dapat dikumpulkan, dikelola, dan dikonversi menjadi sesuatu yang memiliki manfaat bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Program yang digagas di tingkat kelurahan ini menarik karena memberikan insentif nyata kepada warga untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat tidak hanya diajak membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga diberikan motivasi agar mau memilah dan mengumpulkan sampah yang memiliki nilai guna.

Menariknya, salah satu bentuk apresiasi yang ditawarkan adalah kuota internet. Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital, kuota internet menjadi kebutuhan yang sangat relevan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa gerakan lingkungan dapat dikemas dengan mengikuti kebutuhan masyarakat pada zamannya.

Selain kuota internet, sampah juga dapat ditukar dengan sembako. Konsep tersebut membuat kegiatan pengelolaan sampah memiliki dimensi sosial dan ekonomi sekaligus. Sampah yang dikumpulkan masyarakat dapat memberikan manfaat kembali dalam bentuk kebutuhan pokok.

Inovasi seperti ini memperlihatkan bahwa penyelesaian persoalan sampah membutuhkan kreativitas. Masyarakat akan lebih mudah terlibat ketika mereka tidak hanya diberikan imbauan mengenai pentingnya kebersihan, tetapi juga dilibatkan dalam sebuah sistem yang memberikan manfaat dan penghargaan atas partisipasi mereka.

Program di Kelurahan Nae juga memperlihatkan pentingnya peran pemerintah tingkat paling dekat dengan masyarakat. Lurah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi dapat menjadi penggerak perubahan melalui program yang sederhana, kontekstual, dan menyentuh langsung kehidupan warga.

Gagasan tersebut menjadi salah satu contoh yang dibahas dalam Ngobrol Bareng Bhumi Literasi Anak Bangsa, dalam agenda bedah buku Revolusi Pengelolaan Sampah. Buku tersebut mengangkat berbagai gagasan mengenai bagaimana persoalan sampah dapat dilihat bukan semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan perubahan di tengah masyarakat.

Dari Nae, kita dapat belajar bahwa gerakan pengelolaan sampah akan semakin kuat apabila masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari solusi. Sampah yang dipilah, dikumpulkan, dan dikelola dapat memiliki nilai, sementara kebiasaan tersebut secara perlahan dapat membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.

Apa yang dilakukan di Kelurahan Nae Kota Bima layak menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ketika sampah bisa ditukar menjadi kuota internet dan sembako, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya sistem pengelolaan sampah, tetapi juga kesadaran, partisipasi, dan perubahan perilaku masyarakat. Dari sebuah kelurahan, gerakan kecil itu berpotensi menjadi inspirasi bagi gerakan pengelolaan sampah yang lebih luas.

×
Berita Terbaru Update