-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

Mau Organisasi Makin Besar? Ketum Bhumi Literasi Ungkap Satu Kunci yang Sering Diabaikan

Tuesday, September 15, 2026 | September 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-16T02:18:13Z

 


Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., bongkar strategi memperluas jangkauan dan memperkuat eksistensi organisasi dalam kegiatan Ngobrol Bareng Bhumi Literasi Anak Bangsa yang diselenggarakan secara langsung melalui TikTok Bhumi Literasi pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Strategi Memperluas Jangkauan dan Memperkuat Eksistensi Organisasi”.

Dalam pemaparannya, Rizal Mutaqin menekankan bahwa konsistensi merupakan kunci utama dalam mengembangkan organisasi. Menurutnya, keberadaan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya rencana atau banyaknya kegiatan yang dibahas, tetapi juga oleh kemampuan para pengurus dan anggotanya untuk melaksanakan kegiatan secara berkelanjutan.

Rizal menyampaikan pandangan bahwa tidak ada orang yang benar-benar sibuk, melainkan setiap orang memiliki prioritas masing-masing. Ia menjelaskan bahwa kesediaan meluangkan waktu untuk sebuah kegiatan sangat dipengaruhi oleh seberapa penting dan menarik kegiatan tersebut bagi seseorang.

“Supaya bisa konsisten, yang penting suka dulu,” ujar Rizal dalam pemaparannya. Ia menambahkan, ketika seseorang sudah menyukai suatu bidang, jangankan hanya meluangkan waktu, bahkan mengeluarkan biaya untuk mendukung aktivitas tersebut, dapat dilakukan dengan senang hati.

Untuk memperjelas penjelasannya, Rizal mengambil contoh moderator kegiatan, Muhammad Arif, S.Hum., M.Pd., M.A., yang memiliki kegemaran bermain futsal. Ia menggambarkan bahwa seseorang yang menyukai futsal tetap bersedia meluangkan waktu dan mengeluarkan biaya untuk menyewa lapangan, meskipun harus bermain pada malam hari setelah menyelesaikan pekerjaan dan dalam kondisi lelah.

Menurut Rizal, contoh tersebut menunjukkan bahwa kesenangan terhadap suatu bidang dapat menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi. Prinsip yang sama, lanjutnya, dapat diterapkan dalam gerakan literasi dan pengelolaan organisasi, yakni dengan membangun kecintaan terhadap kegiatan yang dijalankan agar partisipasi tidak hanya muncul sesaat, tetapi terus berlangsung.

Selain konsistensi, Rizal juga menekankan pentingnya keberanian untuk memulai dan melaksanakan rencana. Ia menyampaikan bahwa rencana kecil yang benar-benar dilaksanakan akan lebih bermanfaat dibandingkan rencana besar yang hanya berhenti dalam diskusi tanpa menghasilkan tindakan nyata.

“Lebih baik rencana kecil tapi dilaksanakan daripada rencana besar hanya dalam diskusi,” tegasnya. Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam pembahasan mengenai upaya memperluas jangkauan dan memperkuat eksistensi organisasi melalui langkah-langkah yang konkret dan berkelanjutan.

Kegiatan Ngobrol Bareng tersebut turut dihadiri Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc., beserta pengurus Bhumi Literasi Anak Bangsa. Kehadiran Pembina dan jajaran pengurus menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan literasi serta penguatan komunikasi dan kebersamaan dalam organisasi.

Selain itu, hadir juga Pelatih Utama Laxuse Taekwondo Club, Master Sulaksono, beserta para pelatih Laxuse. Keterlibatan Bhumi Literasi dan Laxuse Taekwondo Club mencerminkan adanya ruang kolaborasi antarorganisasi dalam kegiatan yang mengangkat pengembangan organisasi, konsistensi, dan keberlanjutan gerakan.

Melalui kegiatan ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa terus mendorong pengurus dan anggotanya untuk menjadikan konsistensi sebagai bagian dari budaya organisasi. Pesan yang disampaikan Ketua Umum tersebut menegaskan pentingnya mengubah gagasan menjadi tindakan nyata, membangun prioritas, serta menjaga semangat dalam menjalankan kegiatan demi memperluas jangkauan dan memperkuat eksistensi organisasi.

×
Berita Terbaru Update