Tahun 2026 belum genap berjalan satu bulan, namun Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., kembali menunjukkan produktivitasnya di dunia literasi. Dalam rentang waktu yang singkat, ia berhasil menerbitkan tiga buku ber-ISBN yang masing-masing mengangkat tema berbeda, mulai dari motivasi menulis, filosofi gerakan literasi, hingga biografi inspiratif tokoh militer.
Tiga buku tersebut adalah Semua Orang Bisa Menulis Buku, Gerakan Literasi Akar Rumput: Filosofi Bhumi Literasi Anak Bangsa, dan Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan: Sang Jenderal Pecinta Buku. Seluruh buku ditulis oleh Rizal Mutaqin dan editor oleh Dwi Shinta Dharmopadni, serta resmi terbit ber-ISBN pada tahun 2026.
Buku Semua Orang Bisa Menulis Buku hadir sebagai panduan praktis sekaligus reflektif bagi mereka yang ingin menulis namun masih dibayangi rasa takut dan keraguan. Rizal menegaskan bahwa menulis bukan hak eksklusif orang berbakat, melainkan ruang bagi setiap individu untuk berbagi cerita, gagasan, dan pengalaman hidup yang bermakna.
Dengan bahasa yang sederhana dan membumi, buku ini menuntun pembaca dari tahap menemukan ide hingga menyiapkan naskah agar siap terbit secara profesional. Lebih dari sekedar teknik, buku ini juga menanamkan keberanian, konsistensi, dan semangat berbagi melalui metode pendampingan menulis ala Bhumi Literasi yang berbasis gerakan akar rumput.
Sementara itu, Gerakan Literasi Akar Rumput: Filosofi Bhumi Literasi Anak Bangsa menyoroti literasi sebagai proses pembentukan manusia secara utuh, bukan hanya aktivitas membaca dan menulis. Buku ini berangkat dari kisah lahirnya Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam keluarga sederhana, menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui filosofi “Bhumi” yang dimaknai sebagai tanah, simbol kesabaran, kerendahan hati, dan pertumbuhan, Rizal menguraikan nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, kesederhanaan, dan kepedulian sosial. Buku ini juga menawarkan langkah-langkah praktis membangun gerakan literasi dari lingkungan keluarga hingga komunitas di tengah tantangan era digital.
Buku ketiga, Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan: Sang Jenderal Pecinta Buku, mengangkat kisah hidup Mayjen TNI Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc. Buku ini menggambarkan perjalanan seorang anak prajurit yang harus kehilangan ayahnya di usia belia, lalu ditempa oleh kesederhanaan, disiplin, dan ketangguhan seorang ibu.
Kisah ini menyoroti bagaimana kecintaan pada buku dan kebiasaan membaca membentuk karakter, cara berpikir kritis, serta visi kepemimpinan Nugraha Gumilar. Nilai kejujuran, kesederhanaan, dan integritas menjadi benang merah yang menuntunnya melewati berbagai fase kehidupan, termasuk masa-masa sunyi dalam karier militernya.
Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bahwa jalan hidup tidak selalu lurus dan mudah. Justru melalui kegagalan, penantian, dan keterbatasan, “Tangan Tuhan” bekerja secara senyap membuka jalan terbaik bagi mereka yang tetap berpegang pada nilai dan keyakinan.
Terbitnya tiga buku ber-ISBN ini menegaskan komitmen Rizal Mutaqin dan Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan membumi. Di awal tahun 2026, langkah ini menjadi penanda bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari kesederhanaan, dikerjakan dengan konsistensi, dan diarahkan untuk membangun peradaban bangsa.


