Ide pembentukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulawesi Tenggara Bhumi Literasi Anak Bangsa bermula dari pemikiran tokoh akademisi muda. Rekomendasi tersebut datang dari Rizky Arief Shobirin, S.Si., M.Si., yang merupakan eks Presiden BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya.
Saat ini, Rizky Arief Shobirin menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Tulungagung. Dalam kapasitasnya tersebut, ia menilai pembentukan DPW Sulawesi Tenggara merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan gerakan literasi di wilayah Indonesia Timur.
Rekomendasi pembentukan DPW Sulawesi Tenggara disampaikan berdasarkan kajian kebutuhan organisasi dan kesiapan sumber daya manusia di daerah. Menurut Rizky, Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi berbasis komunitas dan pendidikan formal.
Pengalaman Rizky Arief Shobirin sebagai aktivis mahasiswa turut menjadi landasan kuat dalam memberikan rekomendasi tersebut. Semasa menjabat Presiden BEM FMIPA Universitas Brawijaya, ia aktif mendorong gerakan intelektual, riset, dan pengabdian masyarakat.
Dalam pernyataannya, Rizky menegaskan bahwa kehadiran DPW di tingkat provinsi sangat penting untuk memperkuat koordinasi program literasi. Struktur organisasi wilayah dinilai mampu menjembatani sinergi antara pengurus pusat, cabang, dan komunitas literasi lokal.
Pembentukan DPW Sulawesi Tenggara juga dianggap sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan program literasi yang adaptif terhadap karakteristik daerah. Rizky menilai pendekatan lokal akan lebih efektif dalam meningkatkan minat baca dan kapasitas literasi generasi muda.
Rekomendasi dari DPC Tulungagung tersebut menjadi salah satu dasar pertimbangan organisasi dalam memproses pembentukan DPW Sulawesi Tenggara. Pemikiran ini memperlihatkan kuatnya soliditas internal Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam melakukan ekspansi organisasi.
Dari DPW Sulawesi Tenggara yang akan dibentuk, diharapkan lahir berbagai program literasi yang menyentuh sekolah, kampus, dan masyarakat umum. Program-program tersebut diharapkan mampu mendorong budaya literasi yang berkelanjutan.
Rizky Arief Shobirin juga berharap DPW Sulawesi Tenggara yang akan dibentuk dapat menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, termasuk akademisi, pemuda, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan dampak literasi yang lebih luas dan terukur.
Rekomendasi pembentukan DPW Sulawesi Tenggara menegaskan komitmen Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam memperluas perannya secara nasional. Dukungan dari figur muda berpengalaman seperti Rizky Arief Shobirin menjadi modal dalam memperkuat gerakan literasi anak bangsa di berbagai daerah.
Editor: Bid. Media dan Publikasi


