-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Literasi Bukan Sekedar Membaca, Mengapa Anak Harus Dikenalkan Sejak Dini?

    Bhumi Literasi
    Wednesday, January 28, 2026, January 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T00:40:52Z


    Apa sih sebenarnya literasi? Banyak orang masih memaknai literasi secara sempit sebagai kemampuan membaca dan menulis. Padahal, literasi jauh lebih luas dari itu. Literasi adalah kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi untuk berpikir, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan dunia. Literasi adalah fondasi cara manusia memaknai kehidupan.

    Di era digital hari ini, literasi tidak lagi hanya soal buku. Literasi mencakup kemampuan memahami teks, gambar, suara, hingga informasi digital yang membanjiri anak-anak setiap hari. Tanpa literasi yang kuat, anak mudah tersesat di tengah arus informasi, sulit membedakan mana fakta dan mana opini, mana yang bermanfaat dan mana yang menyesatkan.

    Lalu, mengapa anak-anak harus dikenalkan literasi sedini mungkin? Jawabannya sederhana: masa kanak-kanak adalah fase emas perkembangan otak. Pada usia dini, anak menyerap informasi dengan sangat cepat. Apa yang mereka dengar, lihat, dan rasakan akan membentuk pola pikir, karakter, serta cara mereka memandang dunia di masa depan.

    Mengenalkan literasi sejak dini bukan berarti memaksa anak membaca buku tebal atau menulis panjang. Literasi bisa hadir dalam bentuk sederhana: membacakan cerita sebelum tidur, mengajak anak berdialog, memperkenalkan gambar, huruf, dan cerita dari kehidupan sehari-hari. Dari situlah rasa ingin tahu anak tumbuh secara alami.

    Anak yang akrab dengan literasi sejak kecil cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Mereka terbiasa bertanya, menganalisis, dan tidak menerima informasi secara mentah. Ini sangat penting di masa depan, ketika anak harus menghadapi tantangan sosial, teknologi, dan informasi yang semakin kompleks.

    Literasi juga berperan besar dalam pembentukan karakter. Cerita-cerita yang dibacakan kepada anak mengandung nilai moral, empati, dan kemanusiaan. Melalui literasi, anak belajar mengenal perasaan orang lain, memahami perbedaan, serta membangun sikap toleransi dan tanggung jawab.

    Sayangnya, masih banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya urusan literasi kepada sekolah. Padahal, rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Ketika orang tua terlibat aktif dalam kegiatan literasi, anak merasa bahwa membaca dan belajar adalah bagian dari kehidupan, bukan sekedar kewajiban akademik.

    Di sisi lain, tantangan terbesar literasi anak saat ini adalah gawai. Tanpa pendampingan, anak lebih mudah menjadi konsumen pasif konten digital. Di sinilah peran literasi menjadi krusial, bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, tetapi untuk membekali mereka agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

    Membangun budaya literasi sejak dini adalah investasi jangka panjang bangsa. Anak-anak yang literat akan tumbuh menjadi generasi yang mampu berpikir jernih, berkomunikasi dengan baik, dan mengambil keputusan secara bijak. Literasi bukan sekedar kemampuan akademik, melainkan bekal hidup.

    Literasi adalah tentang memanusiakan manusia. Mengenalkan literasi kepada anak sejak dini berarti membantu mereka memahami dunia, mengenal diri sendiri, dan membangun masa depan dengan kesadaran. Karena anak yang literat hari ini adalah penentu kualitas peradaban esok hari.

    Komentar

    Tampilkan