Bhumi Literasi Anak Bangsa terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas gerakan literasi di Indonesia. Per hari ini, organisasi literasi nasional tersebut secara resmi telah memiliki tiga Dewan Pengurus Wilayah (DPW) yang tersebar di beberapa provinsi strategis di Indonesia.
Keberadaan tiga DPW ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Bhumi Literasi Anak Bangsa sebagai wadah penggerak literasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia berbasis pengetahuan di tingkat daerah.
Secara struktural, Bhumi Literasi Anak Bangsa dipimpin oleh Ketua Umum Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc. (NIA. 11.02.00.001). Di bawah kepemimpinannya, organisasi ini terus berkembang dengan membangun jaringan kepengurusan yang solid dan berorientasi pada keberlanjutan program literasi.
Dewan Pengurus Wilayah pertama berada di Provinsi Jawa Timur. DPW Jawa Timur dipimpin oleh Muhammad Ilmi Khoiron Najib, S.Kom. (NIA. 11.03.35.001). Wilayah ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak literasi di Pulau Jawa melalui kolaborasi dengan komunitas, akademisi, dan institusi pendidikan.
Selanjutnya, Dewan Pengurus Wilayah Nusa Tenggara Barat dipimpin oleh Rizqi Munandhar, S.Si., M.Si. (NIA. 11.03.52.001). Pembentukan DPW NTB menjadi langkah strategis untuk memperluas akses literasi di kawasan kepulauan serta mendorong lahirnya penulis dan pegiat literasi dari daerah.
Sementara itu, Bhumi Literasi Anak Bangsa juga resmi membentuk Dewan Pengurus Wilayah Sulawesi Tenggara. DPW Sulawesi Tenggara dipimpin oleh Muh. Husriadi, S.AB., M.AB. (NIA. 11.03.74.001), yang diharapkan mampu memperkuat gerakan literasi di kawasan Indonesia Timur.
Pembentukan tiga DPW ini menegaskan komitmen Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal di setiap wilayah.
Selain menjalankan program literasi, masing-masing DPW juga didorong untuk mengembangkan kegiatan menulis, diskusi ilmiah, pendampingan penulis pemula, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan.
Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, menyampaikan bahwa kehadiran DPW merupakan bagian dari strategi organisasi dalam memperkuat struktur kelembagaan sekaligus memperluas dampak gerakan literasi hingga ke tingkat akar rumput.
Dengan dukungan tiga DPW ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa optimistis dapat terus berkontribusi nyata dalam meningkatkan budaya baca, menulis, dan berpikir kritis masyarakat Indonesia di berbagai daerah.


