-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Pimpin DPW Sultra Bhumi Literasi, Muh. Husriadi Soroti Darurat Literasi Narkoba, Kesehatan, dan Ekonomi

    Bhumi Literasi
    Tuesday, January 27, 2026, January 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T05:07:34Z


    KENDARI -  Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulawesi Tenggara Bhumi Literasi Anak Bangsa, Muh. Husriadi, S.AB., M.AB., menyatakan kesiapannya mengemban amanah organisasi dengan menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat literasi bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara.

    Usai resmi ditetapkan sebagai Ketua DPW Sultra Bhumi Literasi Anak Bangsa, Muh. Husriadi menyebut kepercayaan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Menurutnya, wilayah Sulawesi Tenggara yang terdiri dari 17 kabupaten dan 2 kota membutuhkan pendekatan literasi yang komprehensif dan berkelanjutan.

    “Ini merupakan kehormatan sekaligus tugas mulia. Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pemberian literasi bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan, berdasarkan kondisi faktual di lapangan, terdapat tiga aspek utama yang saat ini sangat membutuhkan penguatan literasi, yakni ekonomi, narkoba, dan kesehatan.

    Di bidang narkoba, Muh. Husriadi menyoroti hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2026 yang menempatkan Sulawesi Tenggara dalam kategori rawan bahaya narkoba. Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena sasaran utamanya adalah kalangan mahasiswa dan pelajar.

    “Ini menjadi perhatian serius karena narkoba menyasar adik-adik mahasiswa dan pelajar. Literasi pencegahan harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Selain itu, pada sektor kesehatan, ia menyoroti tingginya angka kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tenggara yang telah mencapai sekitar 2.900 kasus, dengan Kota Kendari sebagai wilayah dengan angka tertinggi. Mirisnya, kasus tersebut juga banyak ditemukan pada kalangan usia muda.

    “Masalah kesehatan, khususnya HIV/AIDS, juga menyasar anak-anak muda. Ini menandakan pentingnya literasi kesehatan yang tepat, edukatif, dan mudah dipahami,” jelasnya.

    Sementara di sektor ekonomi, Muh. Husriadi menekankan perlunya penguatan literasi keuangan, terutama terkait maraknya investasi bodong dan judi online yang semakin banyak menjerat generasi muda.

    “Literasi ekonomi sangat penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terjebak dalam investasi bodong maupun praktik judi online,” katanya.

    Ia menilai berbagai persoalan tersebut membutuhkan penanganan literasi yang intens, terstruktur, dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, institusi pendidikan, komunitas, hingga aparat terkait.

    Menutup pernyataannya, Muh. Husriadi berharap adanya bimbingan dan arahan dari seluruh jajaran Bhumi Literasi Anak Bangsa agar sinergi yang terbangun dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    “Mohon bimbingan dan arahannya. Semoga sinergi ini dapat membawa kebaikan bagi negeri ini,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan