-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Rizal Mutaqin: Kepemimpinan Bernilai Berakar dari Literasi dan Keteladanan

    Bhumi Literasi
    Friday, January 23, 2026, January 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-24T04:01:58Z

     


    Kapten Cke Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., penulis buku Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan, Founder sekaligus Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, menyampaikan sejumlah pernyataan reflektif dalam acara peluncuran buku yang digelar di Kampus Pascasarjana Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Jakarta, Jumat (23/1).


    Dalam pernyataannya, Rizal Mutaqin menegaskan bahwa buku tersebut tidak sekedar ditulis sebagai catatan biografis, melainkan sebagai ruang pembelajaran nilai dan refleksi hidup. Ia menyebut bahwa setiap perjalanan manusia, khususnya dalam kepemimpinan, selalu memiliki dimensi spiritual, intelektual, dan kemanusiaan yang saling terkait.


    Menurutnya, judul Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan dipilih untuk menggambarkan keyakinan bahwa setiap fase kehidupan, termasuk tantangan dan keterbatasan, merupakan bagian dari proses pembentukan diri. Ia menekankan bahwa keberhasilan bukan semata hasil kemampuan personal, tetapi juga buah dari ketekunan, doa, dan kehendak Tuhan.


    Rizal juga menyoroti pentingnya literasi dalam membangun karakter pemimpin. Ia menyampaikan bahwa budaya membaca bukan hanya aktivitas akademik, tetapi sarana membentuk kedalaman berpikir, ketenangan dalam mengambil keputusan, serta kepekaan moral dalam menjalankan amanah publik.


    Dalam buku ini, Rizal menjelaskan bahwa sosok Mayor Jenderal TNI Dr. R. Nugraha Gumilar, M.Sc. diangkat bukan karena jabatan semata, melainkan karena konsistensi nilai hidupnya. Kecintaan terhadap buku, kesederhanaan, dan keteguhan prinsip dinilai menjadi fondasi dalam perjalanan pengabdian beliau.


    Sebagai Founder Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal menegaskan bahwa penerbitan buku ini sejalan dengan visi organisasi dalam menumbuhkan ekosistem literasi yang membumi dan berkelanjutan. Literasi, menurutnya, harus hadir sebagai gerakan nilai, bukan sekedar program seremonial.


    Ia juga menyampaikan harapannya agar buku ini dapat menjadi referensi reflektif bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan calon pemimpin bangsa. Rizal menilai bahwa keteladanan hidup jauh lebih kuat daripada sekedar teori kepemimpinan yang kering dari nilai.


    Lebih lanjut, Rizal menekankan bahwa dunia pendidikan dan pertahanan membutuhkan figur-figur pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Buku ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kepemimpinan berbasis nilai tersebut.


    Rizal turut mengapresiasi kolaborasi dengan Universitas Pertahanan RI yang dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak pemimpin masa depan dengan perspektif kebangsaan yang utuh. Ia menyebut kolaborasi literasi sebagai jembatan antara dunia akademik dan pengabdian nyata.


    Menutup pernyataannya, Kapten Cke Rizal Mutaqin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mendekat pada buku dan proses belajar sepanjang hayat. Menurutnya, dari buku, manusia belajar rendah hati, memahami kehidupan, dan menyadari bahwa pada akhirnya, setiap jalan pengabdian selalu dibuka oleh tangan Tuhan.

    Komentar

    Tampilkan