-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Dari Pamekasan untuk Indonesia! Bhumi Literasi Pamekasan Gaungkan Kisah “Sang Jenderal Pecinta Buku”

    Bhumi Literasi
    Saturday, February 14, 2026, February 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T13:08:45Z


    Bhumi Literasi Anak Bangsa melalui pengurus daerahnya di Pamekasan sosialisasikan buku Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan (Sang Jenderal Pecinta Buku) di Pulau Madura, sebagai upaya memperkuat budaya membaca sekaligus menghadirkan figur teladan bagi generasi muda. 


    Ketua Bhumi Literasi Pamekasan menegaskan bahwa buku ini bukan sekedar biografi biasa. Menurutnya, karya tersebut merupakan refleksi nilai-nilai perjuangan, keteguhan iman, serta kepemimpinan yang dibangun di atas fondasi literasi yang kuat. Ia menilai kisah yang diangkat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini yang tengah menghadapi tantangan zaman serba digital.


    Buku karya Rizal Mutaqin ini mengangkat perjalanan hidup Nugraha Gumilar, seorang perwira tinggi TNI yang dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap buku. Ketua Bhumi Literasi Pamekasan menjelaskan bagaimana kebiasaan membaca berperan penting dalam membentuk karakter, visi, serta integritas sang jenderal sepanjang perjalanan pengabdiannya.


    Pesan kuat tentang pentingnya membaca sebagai fondasi berpikir strategis dan bijak dalam mengambil keputusan menjadi sorotan utama. Ketua Bhumi Literasi Pamekasan menyampaikan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan mengambil hikmah dari setiap pengalaman hidup.


    Mari kita merefleksikan relevansi kisah “Sang Jenderal Pecinta Buku” dengan realitas generasi muda Madura hari ini. Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, budaya membaca dinilai sebagai benteng moral sekaligus sarana memperkuat daya pikir kritis.


    Bhumi Literasi Madura juga mengajak masyarakat untuk melihat bahwa literasi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keimanan dan pengabdian kepada bangsa. Buku ini dipandang sebagai bukti bahwa kecintaan pada ilmu pengetahuan dapat memperkuat kepemimpinan dan integritas seseorang dalam berbagai bidang kehidupan.


    Ketua Bhumi Literasi Pamekasan berharap gerakan literasi tidak berhenti pada seremoni atau kegiatan sesaat. Ia menegaskan komitmen untuk terus menggelar program-program berkelanjutan agar budaya membaca benar-benar tumbuh menjadi gerakan kolektif masyarakat.


    Sosialisasi buku ini juga menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring literasi di Pulau Madura. Dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, Bhumi Literasi Pamekasan ingin memastikan bahwa semangat membaca menjangkau lebih banyak kalangan, dari pelajar hingga aparatur pemerintahan.


    Bhumi Literasi Pamekasan mengirimkan pesan kuat: dari Pamekasan untuk Indonesia, literasi adalah jalan perubahan. Sebagaimana diteladankan dalam kisah “Sang Jenderal Pecinta Buku”, membaca bukan hanya aktivitas pribadi, melainkan investasi karakter yang mampu melahirkan generasi kuat secara intelektual, matang secara spiritual, dan tangguh menghadapi masa depan.

    Komentar

    Tampilkan