-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Kabid Kaderisasi Bhumi Literasi Kaji Calon Waketum Jelang Konferensi Kerja

    Bhumi Literasi
    Saturday, February 7, 2026, February 07, 2026 WIB Last Updated 2026-02-08T01:45:16Z


    Bhumi Literasi Anak Bangsa melalui Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan tengah melakukan kajian terhadap figur calon Wakil Ketua Umum (Waketum) sebagai bagian dari persiapan menuju Konferensi Kerja organisasi. Proses ini dilakukan secara serius dan terukur untuk memastikan keberlanjutan nilai serta arah gerakan literasi nasional yang diusung organisasi.


    Kajian tersebut dilaksanakan langsung oleh Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Bhumi Literasi Anak Bangsa, Aan Fatwa Setiawan, S.Psi., M.Sc. Ia menyampaikan bahwa pengkajian calon Waketum menjadi kebutuhan strategis dalam rangka memperkuat struktur kepemimpinan organisasi ke depan.


    Menurut Aan, posisi Wakil Ketua Umum bukan sekedar jabatan struktural, melainkan peran strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap dinamika organisasi. Oleh karena itu, proses kajian dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen terhadap gerakan literasi.


    Hingga saat ini, belum ada rekomendasi resmi mengenai calon Wakil Ketua Umum dari Ketua Umum, Dewan Pengawas, maupun Dewan Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa. Kondisi ini memberikan ruang bagi Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan untuk melakukan pemetaan dan analisis secara objektif.


    Aan menegaskan bahwa kajian ini bukan bertujuan untuk mengusulkan nama secara prematur, melainkan menyiapkan bahan pertimbangan yang komprehensif bagi forum Konferensi Kerja sebagai pengambilan keputusan tertinggi di tingkat operasional organisasi.


    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Wakil Ketua Umum yang ideal harus mampu menjaga kemurnian nilai, visi, dan arah gerakan Bhumi Literasi Anak Bangsa. Hal ini penting agar organisasi tetap konsisten sebagai gerakan sosial-literasi yang independen dan tidak terkooptasi kepentingan apa pun.


    Selain itu, figur Waketum juga dituntut memiliki integritas moral dan etika organisasi yang kuat. Menurut Aan, integritas menjadi fondasi utama agar seluruh program dan kebijakan organisasi tetap berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.


    Bhumi Literasi Anak Bangsa sejak awal berdiri memposisikan diri sebagai organisasi yang mengedepankan kerja sunyi, kolaborasi, dan keberpihakan pada peningkatan kualitas literasi anak bangsa. Oleh sebab itu, setiap unsur kepemimpinan harus mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata.


    Hasil kajian Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan nantinya akan disampaikan secara internal sebagai bahan diskusi dan pertimbangan dalam Konferensi Kerja. Proses ini diharapkan dapat melahirkan keputusan yang matang dan bertanggung jawab.


    Dengan pendekatan yang sistematis dan berlandaskan nilai, Bhumi Literasi Anak Bangsa optimistis mampu memperkuat kepemimpinan organisasi ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga marwah gerakan literasi sebagai ruang pengabdian yang bersih, berintegritas, dan berkelanjutan.

    Komentar

    Tampilkan