-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


    Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa Terbitkan Tiga Buku Ber-ISBN Awal 2026, Tegaskan Komitmen Gerakan Literasi

    Bhumi Literasi
    Monday, February 2, 2026, February 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T00:29:44Z

     


    Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Kapten Cke Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., kembali menunjukkan konsistensinya dalam dunia literasi nasional dengan menerbitkan tiga buku ber-ISBN pada awal tahun 2026. Ketiga buku tersebut diterbitkan sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat budaya literasi, baik di tingkat individu, keluarga, hingga komunitas.

    Buku pertama berjudul Semua Orang Bisa Menulis Buku menjadi panduan praktis sekaligus reflektif bagi masyarakat luas yang ingin menulis, namun kerap terhambat rasa takut dan keraguan. Melalui bahasa yang sederhana dan membumi, buku ini menegaskan bahwa menulis bukanlah hak eksklusif orang berbakat, melainkan potensi setiap manusia yang memiliki pengalaman, gagasan, dan cerita hidup.

    Dalam buku tersebut, Rizal Mutaqin mengajak pembaca memandang menulis sebagai perjalanan batin untuk mengenal diri, menyembuhkan luka, dan memberi manfaat bagi sesama. Disusun secara sistematis, buku ini menuntun pembaca mulai dari menemukan ide, menyusun kerangka, mengembangkan naskah, hingga menyiapkan buku agar siap terbit secara profesional melalui metode pendampingan menulis ala Bhumi Literasi.

    Buku kedua berjudul Gerakan Literasi Akar Rumput: Filosofi Bhumi Literasi Anak Bangsa mengulas literasi sebagai proses membentuk manusia secara utuh, tidak hanya cakap membaca dan menulis, tetapi juga berkarakter, kritis, dan peduli. Buku ini berangkat dari kisah lahirnya Bhumi Literasi Anak Bangsa yang tumbuh dari keluarga sederhana dengan semangat konsistensi dan cinta terhadap literasi.

    Melalui filosofi “Bhumi” yang dimaknai sebagai tanah, kesabaran, dan pertumbuhan, buku ini mengupas nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, kesederhanaan, serta kepedulian sosial. Di tengah tantangan era digital dan banjir informasi, literasi diposisikan sebagai benteng moral dan intelektual agar masyarakat mampu berpikir kritis dan bijak dalam mengambil keputusan.

    Tidak berhenti pada tataran gagasan, Gerakan Literasi Akar Rumput juga menghadirkan langkah-langkah praktis membangun literasi dari rumah hingga komunitas. Mulai dari kebiasaan membacakan cerita, membuka sudut baca, hingga membangun kolaborasi lingkungan, buku ini mengajak pembaca menjadi pelaku aktif gerakan literasi demi masa depan bangsa.

    Buku ketiga berjudul Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan: Sang Jenderal Pecinta Buku mengangkat kisah inspiratif Mayjen TNI Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc. Buku ini menuturkan perjalanan hidup seorang perwira tinggi TNI yang ditempa oleh kehilangan, kesederhanaan, dan nilai-nilai moral sejak usia belia.

    Kisah bermula dari tragedi gugurnya sang ayah dalam kecelakaan pesawat CN-212 tepat di hari ulang tahunnya yang ke-12, peristiwa yang memaksa Gumilar kecil tumbuh lebih cepat. Dalam keterbatasan ekonomi dan tekanan psikologis, kebiasaan membaca dan kecintaannya pada buku menjadi sumber kekuatan yang membentuk pola pikir kritis, integritas, serta visi kepemimpinan jangka panjang.

    Buku ini menegaskan bahwa jalan hidup tidak selalu lurus dan mudah. Jabatan sunyi, kegagalan, serta penantian panjang justru menjadi ruang di mana “Tangan Tuhan” bekerja secara senyap. Kisah ini tidak hanya berbicara tentang karier seorang jenderal, tetapi tentang iman, ilmu, dan karakter yang dibangun melalui kejujuran dan kesederhanaan.

    Peluncuran buku Ketika Tangan Tuhan Membuka Jalan: Sang Jenderal Pecinta Buku telah berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, bertempat di Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus inspirasi bagi sivitas akademika dan masyarakat luas tentang pentingnya literasi, karakter, dan kepemimpinan berbasis nilai. 

    Komentar

    Tampilkan