(Untuk Semua Pribadi Yang Sedang Berjuang Dalam Kehidupannya)
Bulan Januari
Tahun 2026 telah dilalui dengan berbagai dinamikanya, dan kita memasuki Bulan
Februari penuh makna yang semakin bergetar dan tentunya tidak mudah dengan
tantangan yang berbeda walau kendala mungkin ada yang tetap sama.
Ada hal penting
yang dapat dipetik dari perjalanan awal tahun ini, yaitu perlunya kita memaknai
bahwa Jiwa dan Diri kita harus "Tahan
Menderita" dan mampu memasuki fase untuk "Kuat Disiksa".
Makna dari “Tahan Menderita” disini adalah bukan
terhadap fisik saja tetapi lebih jauh lagi yaitu bagaimana Jiwa dan Hati kita
mampu menghadapi situasi yang membuat diri kita tidak nyaman. Ketidaknyaman
timbul karena dampak situasi yang kita hadapi secara nyata, seperti kita tidak
bisa mewujudkan hal yang kita inginkan, atau kita tidak mampu memenuhi
keharusan atau kewajiban yang biasa mudah kita adakan, tetapi saat ini menjadi hal yang sulit dan
berat serta belum lagi berbagai tantangan yang datang, untuk itu jika tidak
disikapi dengan bijaksana, ini dapat membuat diri secara hati dan jiwa
menderita, sedih dan kadang marah.
Untuk itu,
disini perlunya “Ketenangan Hati Tiada
Tanding” yang harus dimiliki setiap pribadi. Setiap pribadi memang dan
harus memiliki harapan dan impian, tetapi jika harapan dan impian itu sulit
diwujudkan, bahkan malah akan menjadikan beban dan siksaan, maka segeralah
benahi kemampuan daya tahan diri kita untuk menerima itu semua. Dengan menerima
secara sadar, maka kekuatan dalam pikiran dan jiwa secara alamiah akan
memberikan kemampuan daya tahan untuk menghadapi penderitaan itu.
Tahan menderita berarti harus menerima apa yang saat
ini sedang dijalani dan tetap memberikan dampak positif dari dalam tubuh berwujud
bentuk pribadi terbaik secara pemikiran, perilaku dan perkataan terhadap
lingkungan.
Manifestasi
Tahan Menderita adalah kemampuan diri yang “Kuat
Disiksa”, yaitu dimana diri pribadi tetap melaksanakan hidup dengan terbaik
sesuai tanggung jawab yang diberikan dan dipercayakan padanya, serta tidak
pernah menyesal dalam menghadapi penderitaan yang datang dan datang lagi diwaktu
berikutnya dalam hidup. Jika seseorang merasa menyesal karena telah
menghadapi tantangan dalam perjalanan hidupnya dan tidak mau menghadapi
tantangan itu lagi, maka dia bukan pribadi yang tahan menderita dan kuat disiksa, tetapi dia merupakan pribadi yang terpaksa melalui jalan itu dan tidak mau mengulangi
lagi, walau dia tidak tahu tantangan hidup dijalan lainnya.
Akhirnya,
pelajaran yang kita dapat adalah jika
tantangan itu datang bukan karena perilaku bodoh kita atau kesalahan yang sadar
kita lakukan, maka jangan pernah takut untuk menguatkan jiwa dengan tanamkan “Ketenangan Hati
Tiada Tanding” dalam menjalani hidup melalui pendekatan kepada Sang Pemilik
Alam ini, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jika kita
mengalami tantangan hidup karena perilaku kita, yang perlu dilakukan adalah akui
dan mohon ampunan pada-NYA, kemudian lanjutkan dengan Hati dan Jiwa terbaik kita
yang sudah terbarukan.
Jadi tetaplah jadi pribadi yang “Tahan Menderita” dan “Kuat Disiksa” dalam menjalani hidup ini, karena badai hidup hari ini adalah bukan badai yang kemarin, tetapi bukan tidak mungkin badai hari depan lebih ganas dari badai hidup hari ini.
Penulis: Bayu Kurnianto, S.Kom., M.T.I., CHRMP. (Pembina)
Editor: Bid. Media dan Publikasi


