Malang - Ketua Bhumi Literasi Jawa Timur, Ilmi Najib, menghadiri kegiatan Safari Damai Ramadhan yang digelar di GKI Bromo, Kota Malang, pada 26 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang hangat dan reflektif dalam suasana bulan suci Ramadhan.
Safari Damai Ramadhan tersebut mengangkat tema dialog lintas iman bertajuk “Puasa dari Teologi ke Kesadaran Ekologi: Perspektif Islam dan Kristen.” Tema ini menghadirkan perbincangan mendalam tentang bagaimana puasa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai jalan membangun kepedulian terhadap lingkungan dan perdamaian sosial.
Dalam forum tersebut, Ilmi Najib yang juga dikenal sebagai bagian dari Gusdurian Muda Malang, berbagi pandangan tentang pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum menyucikan hati, menajamkan empati, dan memperluas kepedulian. Ia menekankan bahwa literasi spiritual harus berjalan beriringan dengan literasi sosial dan ekologis.
Dialog ini juga menghadirkan Harley Jonathan, S.Fil dari GKI Bromo yang memberikan perspektif Kristen tentang makna puasa sebagai praktik pengendalian diri dan solidaritas terhadap sesama serta alam ciptaan. Diskusi berlangsung dinamis dengan semangat saling menghargai dan mendengarkan.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Anindya Ulhaq tersebut berlangsung pukul 15.00 hingga 17.45 WIB. Para peserta yang berasal dari beragam latar belakang agama dan komunitas tampak antusias mengikuti jalannya diskusi hingga sesi tanya jawab.
Ilmi Najib dalam pemaparannya menyampaikan bahwa puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan kesadaran. Kesadaran itu, menurutnya, harus berbuah pada aksi nyata, termasuk menjaga kelestarian lingkungan dan membangun relasi harmonis antarumat beragama.
Ia juga menegaskan bahwa Bhumi Literasi Jawa Timur berkomitmen mendorong ruang-ruang dialog yang inklusif dan mencerahkan. Literasi, dalam hal ini, tidak hanya soal membaca buku, tetapi membaca realitas sosial serta tantangan ekologis yang dihadapi bersama.
Sementara itu, pihak GKI Bromo menyambut baik kolaborasi lintas iman ini sebagai bentuk nyata iman yang hidup dan berdampak. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggelar kegiatan serupa.
Safari Damai Ramadhan ini menjadi bukti bahwa perbedaan teologi bukan penghalang untuk bersatu dalam kepedulian terhadap bumi. Justru dari dialog yang terbuka, lahir kesadaran kolektif untuk merawat kehidupan secara lebih bertanggung jawab.
Kegiatan ini menegaskan pesan utama bahwa iman yang hidup adalah iman yang menghadirkan damai bagi manusia dan alam semesta. Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, perjumpaan lintas iman di Kota Malang ini menjadi oase harapan bagi terciptanya harmoni sosial dan keberlanjutan lingkungan.


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
