Bhumi Literasi NTB resmi menggelar pertemuan perdana pada Kamis, 9 April 2026, sebagai langkah awal dalam membangun gerakan literasi yang lebih terstruktur di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini berlangsung di Suhendar Coffee Barat, yang berlokasi di sebelah barat SMAN 4 Kota Bima, mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WITA.
Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus inti yang berada di Kota Bima, sementara pengurus dari Pulau Lombok turut bergabung secara daring melalui video call. Meskipun dilaksanakan secara hybrid, diskusi berjalan lancar dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir.
Dalam pertemuan tersebut, Bhumi Literasi NTB membahas sejumlah program kerja prioritas yang akan dijalankan dalam waktu dekat. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan literasi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Salah satu program utama yang disepakati adalah pelatihan penulisan, meliputi penulisan opini, jurnal, hingga buku. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan menulis pengurus, serta generasi muda dan penulis pemula di wilayah NTB.
Selain itu, Bhumi Literasi NTB juga merencanakan pembentukan taman baca. Program ini akan dijalankan melalui kerja sama dengan Perpustakaan Nasional serta Posyandu di Kelurahan Nae. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses literasi hingga ke masyarakat.
Dalam aspek pendanaan, pengurus juga membahas rencana pengajuan dana ke Bappeda yang dijadwalkan pada bulan Mei mendatang. Berkas-berkas pendukung tengah dipersiapkan secara matang guna memastikan kelancaran proses pengajuan tersebut.
Tidak hanya itu, Bhumi Literasi NTB juga akan mengajukan program kerja ke PKK Kota Bima sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan kerja sama dan dukungan kelembagaan. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program literasi di masyarakat.
Program lainnya yang tak kalah penting adalah penyelenggaraan kelas inspirasi untuk siswa tingkat SD dan SMP. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan semangat belajar dan literasi sejak dini kepada para pelajar.
Bhumi Literasi NTB juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan merancang program pemberantasan buta aksara. Fokus utama program ini adalah membantu ibu-ibu yang masih mengalami kesulitan membaca dan menulis agar dapat memperoleh pendidikan paket.
Melalui pertemuan perdana ini, Bhumi Literasi NTB menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Diharapkan, seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Bima dan sekitarnya.


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
