Jakarta – Dinamika kepemimpinan di tubuh organisasi Bhumi Literasi Anak Bangsa kembali menjadi perhatian setelah adanya rekomendasi dari Pembina terkait calon Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Timur. Rekomendasi ini muncul sebagai tindak lanjut dari laporan resmi yang disampaikan oleh Ketua Umum Bhumi Literasi.
Dalam surat bernomor 007/Ketum/Bhumi-Literasi/IV/2026 tertanggal 9 April 2026, Ketua Umum melaporkan keputusan strategis organisasi kepada Pembina. Surat tersebut berisi laporan keputusan sekaligus usulan nama-nama calon Ketua DPW Jawa Timur yang baru.
Keputusan ini berawal dari terbitnya Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Nomor 026/SK/BHUMI-LITERASI/IV/2026. Dalam keputusan tersebut, Muhammad Ilmi Khoiron Najib, S.Kom., yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPW Jawa Timur, resmi diangkat menjadi Sekretaris Bidang Program dan Kegiatan Literasi di tingkat pusat.
Pengangkatan tersebut secara otomatis menyebabkan terjadinya kekosongan jabatan Ketua DPW Jawa Timur untuk masa bakti 2025–2027. Kondisi ini dinilai perlu segera ditangani guna menjaga stabilitas organisasi di tingkat wilayah.
Sebagai langkah cepat dan strategis, Dewan Pengurus Pusat kemudian mengajukan empat nama kandidat yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik dalam organisasi. Keempat nama tersebut berasal dari jajaran pengurus aktif di DPW Jawa Timur.
Adapun nama-nama yang diusulkan meliputi Rizky Arief Shobirin, S.Si., M.Si. yang saat ini menjabat sebagai Pgs. Wakil Ketua DPW Jawa Timur, Mohammad Faisol Efendi, S.M. selaku Sekretaris DPW, serta Taufiquddin, S.Si., M.Si. yang menjabat sebagai Ketua Bidang Program dan Kegiatan Literasi.
Selain itu, terdapat pula nama H. Muhammad Arif, S.Hum., M.Pd., M.A. yang saat ini mengemban amanah sebagai Pgs. Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPW Jawa Timur. Keempat kandidat tersebut dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan literasi di wilayahnya.
Menariknya, berdasarkan perkembangan terbaru, Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa disebut telah mengerucutkan pilihan dengan merekomendasikan satu nama dari empat kandidat yang diajukan. Namun, hingga saat ini, nama tersebut belum diumumkan secara resmi ke publik.
Ketua Umum menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu arahan, pertimbangan, dan persetujuan final dari Pembina sebelum menetapkan Ketua DPW Jawa Timur secara definitif. Proses ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kualitas kepemimpinan organisasi.
Dengan adanya proses seleksi yang matang ini, diharapkan Ketua DPW Jawa Timur yang terpilih nantinya mampu melanjutkan program literasi secara optimal, serta memperkuat peran Bhumi Literasi Anak Bangsa dalam meningkatkan budaya literasi di masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur.


