-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Hubungan Selat Hormuz dan Harga BBM di Indonesia

    Bhumi Literasi
    Tuesday, April 14, 2026, April 14, 2026 WIB Last Updated 2026-04-15T02:18:56Z

     


    Gangguan distribusi di selat hormus ini memicu kepanikan pasar global akibat onjakan harga minyak mentah. Per Maret 2026, harga minyak diprediksi bisa terkerek hingga 25% jika ketegangan terus berlanjut. Karena Indonesia adalah net importer minyak.

    Ketidakpastian global sering kali membuat nilai tukar Rupiah melemah (sempat menyentuh angka Rp17.000 per Dolar AS pada awal April 2026). 

    ​Hingga saat ini, pemerintah secara resmi memilih untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi guna menjaga stabilitas nasional. Pemerintah menyiapkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun sebagai shock absorber untuk meredam lonjakan harga energi tanpa harus membebani rakyat secara langsung (Kompas.com, 13 April 2026).

    Presiden prabowo dalam berita sudah mulai menjalin komunikasi intens dengan rusia (Antara News, April 2026), kita tahu saat ini rusia sudah jadi tempat pembelian minyak oleh india, untuk saat ini merupakan langkah yang baik, disamping itu pihak saudi dalam berita yang beredar melakukan kunjungan ke china untuk memperkuat posisi BRICKS di mata dunia, dan awal mula perubahan besar bukan lagi negara barat.

    Saya menyarankan beberapa poin untuk masyarakat :

    1. Dihimbau memaksimalkan atau mengaktifkan lagi sarana transportasi umum
    2. Mencoba alih fungsi energi kolaborasi dengan pemerintah dengan pengadaan solar panel/wind turbin utuk skala rumah
    3. Meminimalisir penggunaan sampah plastik (ini bagus sebenarnya, biar bisa membudayakan masyarakan untuk tidak menggunakan plastik terus menerus, hingga akhirnya dapat mengurangi angka penunpukan sampah plastik) ramah lingkungan.
    4. Meningkatkan ketahana pangan (mandiri pangan) dengan mengurangi import-import kolaborasi pemerintah.
    5. Energi alternatif, campuran pertalite cpo


    Beberapa akibat yang berdampak untuk Indonesia :

    1. Nilai tukar rupiah melemah
    2. Harga bbm tidak naik untuk saat ini karena subsidi
    3. Masyarakat tidak panik
    4. Resiko defisit
    5. Resiko hutang semakin tinggi


    Berikut beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan :

    1. Meminimalisir MBG
    2. Cek benar-benar untuk pengadaan barang dan jasa, misalnya pengadaan tablet, kaos kaki, motor listrik melebihi yang nilai standar pasaran.
    3. Alihkan dana dan tetapkan skala prioritas untuk menghadapi krisis yang sudah di depan mata



    Sumber berita :

    1. Kompas.com (1 Maret 2026): "Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia: Harga BBM Terancam Naik, APBN Tertekan."
    2. Sindonews (13 April 2026): "Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD150 per Barel."
    3. Kemenkeu/Setneg (7 April 2026): "Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, APBN 2026 Tetap Terjaga."
    4. Kontan.co.id (3 April 2026): "Defisit APBN 2026 Risiko Bengkak Akibat Harga Minyak." 



    Penulis: apt. Hardiwiranata, S.Farm. (Wakil Ketua DPC Bima)

    Komentar

    Tampilkan