Gerakan literasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satu figur yang turut mendorong kemajuan tersebut adalah Rizqi Munandhar, S.Si., M.Si., yang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) NTB Bhumi Literasi Anak Bangsa. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat jaringan literasi dan meningkatkan budaya membaca serta menulis di wilayah tersebut.
Rizqi Munandhar dikenal sebagai sosok yang memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Kimia (S.Si.) dan melanjutkan hingga meraih gelar Magister Sains (M.Si.). Bekal akademik tersebut menjadi modal dalam mengembangkan program-program literasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Selain aktif di dunia literasi, Rizqi Munandhar juga berkarier di sektor energi nasional. Ia saat ini menjabat sebagai Supervisor Distribusi di PT Elnusa Petrofin, yang merupakan anak usaha PT Pertamina Patra Niaga. Pengalaman profesionalnya di bidang distribusi memberikan kemampuan manajerial yang matang dalam mengelola organisasi secara efektif dan efisien.
Sebagai seorang profesional, Rizqi terbiasa bekerja dengan target, koordinasi tim, serta perencanaan strategis. Kemampuan tersebut kemudian ia terapkan dalam mengembangkan gerakan literasi di NTB. Ia percaya bahwa literasi membutuhkan pendekatan yang sistematis, kolaboratif, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Rizqi Munandhar berasal dari Desa Talabiu, Kabupaten Bima. Lingkungan tempat ia tumbuh menjadi salah satu motivasi kuat untuk membangun literasi dari daerah. Ia memahami betul tantangan akses pendidikan dan bahan bacaan di wilayah tersebut, sehingga mendorongnya untuk berkontribusi secara nyata.
Sebagai Ketua DPW NTB Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizqi memiliki visi untuk memperluas gerakan literasi hingga ke pelosok desa. Ia ingin memastikan bahwa setiap anak dan masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses ilmu pengetahuan melalui kegiatan membaca dan menulis.
Di bawah kepemimpinannya, diharapkan berbagai program literasi dapat berjalan lebih aktif, mulai dari kelas menulis, diskusi buku, hingga pembentukan komunitas literasi di berbagai kabupaten dan kota di NTB. Kolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan relawan menjadi strategi utama yang akan dijalankan.
Rizqi juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam gerakan literasi. Menurutnya, anak muda adalah motor penggerak perubahan yang mampu menciptakan budaya membaca yang kuat di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama berpartisipasi.
Komitmen Rizqi Munandhar terlihat dari semangatnya dalam membangun jaringan literasi yang inklusif. Ia membuka ruang kolaborasi bagi siapapun yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui literasi.
Melalui kepemimpinannya, Rizqi Munandhar berharap Bhumi Literasi Anak Bangsa di wilayah NTB dapat berkembang bersama dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Semoga kita dapat berkembang bersama untuk membangun literasi di wilayah NTB,” ungkapnya, sebagai penegasan komitmen untuk terus bergerak dan menginspirasi.


