Bima - Kabar membanggakan datang dari dunia literasi Nusa Tenggara Barat. Lurah Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Fazhurrahman, S.STP., M.AP., resmi bergabung dengan Bhumi Literasi Anak Bangsa sebagai Wakil Ketua DPW Nusa Tenggara Barat. Bergabungnya sosok pemimpin muda ini diharapkan mampu memperkuat gerakan literasi masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.
Keputusan tersebut disambut hangat oleh berbagai kalangan, terutama masyarakat Kota Bima yang mengenal Fazhurrahman sebagai figur yang aktif, visioner, dan dekat dengan warga. Dengan pengalaman kepemimpinan di wilayah Kelurahan Nae, kehadirannya di jajaran pengurus DPW menjadi energi baru bagi pengembangan program-program literasi yang lebih luas dan berdampak.
Fazhurrahman memiliki rekam jejak pendidikan yang kuat dan konsisten. Ia mengawali pendidikan di SDN 06 Bima pada tahun 2004, kemudian melanjutkan ke MTs Padolo Bima dan lulus pada 2007. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMAN 1 Kota Bima hingga tahun 2010, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan kedinasan di IPDN dan lulus pada 2014.
Semangat belajar tersebut terus berlanjut hingga jenjang pascasarjana. Pada tahun 2021, Fazhurrahman berhasil meraih gelar Magister Administrasi Publik dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Latar belakang akademik ini menjadi modal penting dalam mendukung kiprahnya di bidang pemerintahan sekaligus pengembangan literasi sosial masyarakat.
Di tengah kesibukannya sebagai lurah, Fazhurrahman juga dikenal memiliki hobi olahraga. Kegemarannya pada olahraga mencerminkan karakter disiplin, semangat kompetitif, dan gaya hidup sehat yang selama ini juga ia tularkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Sebagai Lurah Nae, ia memiliki harapan besar bagi warganya. Menurutnya, masyarakat Kelurahan Nae harus semakin melek literasi dan menjadi warga yang peduli terhadap lingkungan. Harapan ini bukan sekedar slogan, tetapi menjadi visi yang terus ia dorong melalui pendekatan edukatif, pembinaan warga, dan kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Baginya, literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kesadaran untuk memahami informasi, berpikir kritis, serta mengambil peran dalam menjaga kualitas lingkungan sekitar. Karena itu, keterlibatannya dalam Bhumi Literasi Anak Bangsa dinilai sangat selaras dengan misi kepemimpinannya di tingkat kelurahan.
Fazhurrahman juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya Bhumi Literasi bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa “Bhumi Literasi adalah jembatan penghubung warga dengan masa depan yang lebih baik.” Pernyataan tersebut menggambarkan keyakinannya bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang cerdas, berdaya, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Dengan resmi bergabungnya Fazhurrahman sebagai Wakil Ketua DPW NTB, Bhumi Literasi Anak Bangsa diyakini akan semakin berkembang di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sinergi antara pemerintah kelurahan, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan.
Langkah ini menjadi momentum bagi Kota Bima, khususnya Kelurahan Nae, untuk terus menumbuhkan semangat literasi dan kepedulian lingkungan. Kehadiran pemimpin yang memiliki visi pendidikan dan pemberdayaan seperti Fazhurrahman menjadi harapan baru bagi lahirnya masyarakat yang maju, sadar informasi, dan berorientasi pada masa depan.


