-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Lurah Nae Kota Bima Tinjau Lokasi Biopori, Dorong Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Kurangi Genangan

    Bhumi Literasi
    Saturday, April 11, 2026, April 11, 2026 WIB Last Updated 2026-04-11T14:01:20Z

     


    Lurah Nae Kota Bima, Fazhurrahman, S.STP., M.AP., yang juga aktif dalam gerakan literasi nasional sebagai Wakil Ketua DPW NTB Bhumi Literasi Anak Bangsa, melaksanakan kegiatan cek lokasi rencana pembuatan biopori di wilayah tugasnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.


    Peninjauan dilakukan pada Jumat, 10 April 2026, bertempat di RT 02 Kelurahan Nae, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Lokasi tersebut direncanakan sebagai titik awal pembangunan lubang biopori yang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lainnya.


    Dalam kegiatan tersebut, lurah bersama warga melihat langsung kondisi lingkungan yang berpotensi dijadikan lokasi pembuatan biopori. Beberapa titik yang selama ini kerap mengalami genangan air menjadi perhatian utama dalam rencana implementasi program tersebut.


    Menurut Fazhurrahman, lubang biopori dapat menjadi salah satu alternatif solusi pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Ia menilai metode ini sederhana namun memiliki manfaat yang cukup besar bagi lingkungan.


    Ia menjelaskan bahwa sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan dengan cara dibuang ke dalam lubang biopori. Selain membantu mengurangi volume sampah, cara ini juga mempercepat proses penguraian alami menjadi kompos.


    Tidak hanya itu, lubang biopori juga berfungsi sebagai media resapan air. Dengan adanya lubang tersebut, air hujan dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga membantu menjaga cadangan air tanah.


    Warga setempat menyambut baik rencana pembuatan biopori tersebut. Mereka menilai program ini sangat relevan dengan kondisi lingkungan yang sering mengalami genangan air, terutama di gang-gang permukiman.


    Beberapa warga bahkan berharap agar lubang biopori dapat diperbanyak di beberapa titik yang rawan genangan. Menurut mereka, keberadaan biopori dapat membantu mengurangi air tergenang yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari.


    Selain mengurangi genangan, warga juga berharap program ini dapat mendorong penataan lingkungan yang lebih rapi dan bersih. Kehadiran biopori dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.


    Dengan adanya dukungan dari pemerintah kelurahan dan partisipasi warga, diharapkan program biopori di Kelurahan Nae dapat menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan di Kota Bima.

    Komentar

    Tampilkan