Sebulan lebih sudah Amerika dan Iran berperang, selat hormuz yang merupakan jantung vital, terdampak., hingga pelayaran dunia memanas. selat yang menjadi penopang hampir 70% bahan baku BBM dan Gas ditutup total.
Perundingan jalur diplomasi antara amerika dan iran yang di tengahi pakistan menemui jalan buntu. Amerika dan iran masih mengedepankan ego masing-masing, genjatan senjatapun terancam batal. Iran melakukan blokade kapal yang masuk ke selat hormuz dan menetapkan harga retribusi untuk negara-negara yang melewati selat tersebut, dan tak kalah lagi, Amerika pun melakukan hal yang sama dengan meblokade kapal-kapal yang keluar dari selat hormuz.
Hingga akhirnya kapal cina yang merupakan negara sahabat iran diblokade oleh amereka serikat, tidak terbayangkan kedepannya akan seperti apa? Kapal Cina ditahan oleh Amerika. kita ketahui bersama Cina merupakan salah satu negara adidaya blok timur. jika permasalahan ini terus dilanjutkan dan pemblokadean masih berlangusng, maka apakah perang dunia ke-3 akan terjadi di depan mata?
Disamping itu, negara-negara yang bergantung terhadap selat hormuz semakin hari semakin berteriak agar selat hormuz cepat di buka kembali. Harga bahan bakar yang semakin meningkat akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Mulai dari biaya makanan, biaya transportasi, hingga biaya manufaktur juga akan ikut naik.
Pimpinan masing-masing negara tidak boleh diam akan hal ini, jika terus dibiarkan, maka akan berdampak pada perekonomian global. Perserikatan bangsa-bangsa atau yang bisa kita kenal PBB sebagai wadah seluruh negara di dunia harus berperan dan mengambil tindakan dalam peperangan ini. PBB harus ikut mencarikan solusi dari permasalahan Amerika dan iran.
Penulis: Rizqi Munandhar, S.Si., M.Si. (Ketua DPW NTB)


