-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Rabu Membaca Diserbu Anak Muda! Ruangan Dosen Unram Sesak, Bukti Literasi Masih Bernyawa

    Bhumi Literasi
    Thursday, April 23, 2026, April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T07:09:36Z

     


    Kegiatan literasi kembali menunjukkan daya tariknya di kalangan generasi muda. Bhumi Literasi Mataram sukses menggelar kegiatan rutin bertajuk “Rabu Membaca” pada Rabu, 22 April 2026. Acara ini menjadi magnet kuat bagi para pecinta buku yang haus akan ruang belajar dan diskusi.


    Di bawah bimbingan Ketua Bhumi Literasi Mataram, Muhammad Dzul Fadlli, S.E., M.E., kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam menghidupkan atmosfer literasi yang inspiratif dan membangun.


    Sejak awal acara dimulai, ruangan yang disediakan sudah dipadati oleh peserta. Bahkan, kondisi ruangan menjadi sesak karena membludaknya jumlah anak muda yang hadir. Hal ini menjadi pemandangan yang jarang terjadi di era digital, di mana minat membaca sering dianggap menurun.


    Fenomena ini justru mematahkan anggapan tersebut. Anak-anak muda yang hadir menunjukkan bahwa budaya membaca masih memiliki tempat yang kuat di hati generasi saat ini. Mereka datang dengan semangat untuk belajar, berdiskusi, dan memperluas wawasan.


    Kegiatan “Rabu Membaca” sendiri dirancang sebagai ruang sederhana namun bermakna. Tidak hanya membaca buku, peserta juga diajak untuk berdiskusi, berbagi perspektif, dan melatih kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai isu.


    Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, peserta tampak aktif berinteraksi. Diskusi yang terjadi tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mengalir secara alami, mencerminkan semangat kolaboratif dalam membangun literasi.


    Muhammad Dzul Fadlli dalam arahannya menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sebagai fondasi berpikir. Ia menyampaikan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang memahami dan mengolah informasi secara bijak.


    Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa gerakan literasi akar rumput mampu menciptakan dampak besar. Tanpa kemewahan fasilitas, namun dengan semangat kolektif, kegiatan ini berhasil menarik minat peserta.


    Bhumi Literasi Mataram melalui program ini terus berkomitmen untuk menghadirkan ruang-ruang literasi yang inklusif dan berkelanjutan. “Rabu Membaca” diharapkan menjadi gerakan kecil yang mampu memantik perubahan besar di masyarakat.


    Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan. Antusiasme yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan literasi Indonesia masih memiliki harapan yang besar.




    Komentar

    Tampilkan