-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Selat Hormuz Memanas: Waktunya Unjuk Gigi Kekuatan Diplomatik Indonesia

    Bhumi Literasi
    Sunday, April 12, 2026, April 12, 2026 WIB Last Updated 2026-04-13T01:51:07Z

     


    Ketegangan yang kembali mendidih di Selat Hormuz telah menempatkan stabilitas energi global dalam posisi rentan. Sebagai jalur distribusi minyak paling krusial di dunia, gangguan sekecil apa pun di kawasan ini akan memicu efek domino yang menghantam ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Namun, di tengah kepungan ego kekuatan besar, situasi ini sebenarnya membuka celah strategis bagi Indonesia untuk mengaktivasi doktrin politik luar negeri "bebas aktif" secara konkret dan berwibawa.

    Indonesia memiliki modalitas unik yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain: kepercayaan dari berbagai pihak yang bertikai. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar sekaligus negara demokrasi yang stabil, Indonesia dipandang sebagai aktor rasional yang tidak memiliki agenda hegemonik. Dalam konteks Selat Hormuz, Indonesia dapat memposisikan diri sebagai honest broker atau penengah yang jujur untuk mendorong deeskalasi melalui forum multilateral seperti PBB maupun pendekatan bilateral secara langsung kepada negara-negara teluk dan kekuatan Barat.

    Pengerahan kekuatan diplomatik ini bukan sekadar upaya menjaga perdamaian dunia, melainkan bentuk pertahanan kepentingan nasional. Jika jalur Hormuz tersumbat, kenaikan harga minyak mentah akan langsung menekan APBN melalui subsidi energi. Oleh karena itu, diplomasi proaktif adalah langkah preventif. Dengan mengambil inisiatif di panggung internasional, Indonesia tidak hanya membantu meredam konflik, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai kekuatan menengah (middle power) yang disegani dan mampu memengaruhi stabilitas global.

    Waktunya bagi Indonesia untuk melampaui peran sebagai penonton. Melalui negosiasi yang cerdas dan kepemimpinan di kawasan, kita bisa membuktikan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari moncong senjata, tetapi dari seberapa efektif meja diplomasi digunakan untuk menjamin keamanan bersama. Selat Hormuz adalah ujian sekaligus panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan kelasnya di mata dunia. 


    Penulis: Muhammad Bagus Septianto, S.Kom. (Bidang Program dan Kegiatan Literasi DPP)

    Komentar

    Tampilkan