-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Seni Strategi dan Tantangan Bhumi Literasi Anak Bangsa agar Literasi Indonesia Grow Up

    Bhumi Literasi
    Friday, April 17, 2026, April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T08:40:53Z

     


    Berbicara seni dan strategi memimpin gerakan literasi nasional bersama komunitas Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, M.Sc dan Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi., ada 3 point yang harus dipahami dan dijelaskan antara lain : 

    1. Seni dan Strategi : Kombinasi antara nilai kreativitas dan perencanaan yang terstruktur sistematis dan matang untuk mencapai suatu tujuan yang direncanakan.
    2. Literasi : Kemampuan manusia dalam hal membaca, menulis dan berbicara. literasi di era modern ini dibagi menjadi 6 : Literasi baca tulis, Literasi numerasi, Literasi sains, Literasi digital, Literasi finansial dan Literasi budaya dan kewargaan
    3. Nasional : Merujuk pada Negara dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan dari Sabang sampai Merauke baik dalam aspek budaya, ekonomi, hukum, politik maupun pemerintahan.

        
    Berdasarkan poin-poin diatas Bhumi Literasi Anak Bangsa sebagai suatu komunitas di Indonesia yang bertujuan pada pengembangan budaya membaca, peningkatan kemampuan literasi dasar, serta pemberdayaan masyarakat harus menemukan seni dan strategi dalam memimpin gerakan Literasi Nasional di Indonesia. Adapun saran-saran penulis diantaranya : 

    1. Menentukan visi-misi yang jelas : Komunitas harus menentukan tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang bersifat Nasional.
    2. Membangun Organisasi Nasional (dari pusat ke daerah) : Membentuk dan membuat hirarki yang jelas dari kepemimpinan pusat hingga kepemimpinan daerah, apalagi berbicara Organisasi Nasional Se-Indonesia yang terdiri dari 34 Provinsi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
    3. Merekrut dan mengembangkangkan SDM : Komunitas harus mencari anggota yang mempunyai visi dan misi yang sama sehingga tujuan dari komunitas dapat tercapai, kemudian melakukan peningkatan skill SDM melalui pelatihan-pelatihan.
    4. Menentukan rencana kerja bersama : Merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang terukur dan terarah dan memulai dengan aksi tindakan yang nyata dari skala kecil hingga skala yang besar.
    5. Evaluasi bersama : Melakukan evaluasi dan terhadap program kerja dan kinerja anggota yang telah dilakukan.


    Berbicara mengenai Literasi Indonesia hingga saat ini mempunyai tantangan yang sangat serius dan mengkhawatirkan, minat baca rendah berada di peringkat 69 dunia dan 6 di Asia Tenggara, ini merupakan tantangan yang besar bagi komunitas Bhumi Literasi Anak Bangsa agar level literasi di Indonesia bisa grow up. Tantangan yang cukup besar yang dihadapi mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan total kepulauan sebanyak 17.380 pulau, tentunya dengan banyaknya pulau ini akan menyebabkan aksesibilitas menjadi terbatas. Akses terhadap perpustakaan dan ketersedian buku hingga ke pelosok dan pedesaan masih sangat minim dan masih terdapat ketidaksetaraan pendidikan. Tantangan yang lain yakni perbaikan gizi anak, hal ini berdampak pada kemampuan kognitif dan konsentrasi hingga prestasi belajar.


    Penulis: Rizqi Munandhar, S.Si., M.Si. (Ketua DPW Nusa Tenggara Barat) 

    Komentar

    Tampilkan