KENDARI — Gerakan literasi di Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan langkah progresif. Ketua Bhumi Literasi Anak Bangsa Sulawesi Tenggara, Muh. Husriadi, S.AB., M.AB., menggandeng Komunitas Sekolah Pasar Modal FISIP Universitas Halu Oleo untuk menggelar seminar literasi keuangan yang direncanakan berlangsung pada 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Aula Bakhtiar FISIP Universitas Halu Oleo dan diproyeksikan menjadi salah satu forum edukasi keuangan yang menarik perhatian mahasiswa. Seminar ini hadir sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan keuangan di era modern.
Menurut informasi dari Pengurus Bhumi Literasi Wilayah Sultra, kolaborasi antara Bhumi Literasi Sultra dan Komunitas Sekolah Pasar Modal FISIP UHO menjadi bentuk nyata sinergi antara gerakan literasi masyarakat dengan lingkungan akademik. Keduanya memiliki visi yang sama dalam membangun budaya berpikir kritis dan cerdas finansial di kalangan mahasiswa.
Muh. Husriadi menyampaikan bahwa literasi keuangan bukan lagi sekedar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan yang harus dipahami generasi muda sejak dini. Ia menilai masih banyak mahasiswa yang belum memiliki pemahaman kuat tentang pengelolaan uang, investasi, hingga perencanaan finansial jangka panjang.
Melalui seminar ini, peserta nantinya diharapkan tidak hanya memahami teori dasar keuangan, tetapi juga mampu mengenali peluang dan risiko dalam dunia ekonomi modern. Apalagi, perkembangan teknologi digital telah membuat akses terhadap investasi dan transaksi keuangan semakin mudah dijangkau.
Kehadiran Komunitas Sekolah Pasar Modal FISIP UHO dalam kegiatan tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri. Komunitas ini dikenal aktif mengedukasi mahasiswa mengenai dunia pasar modal dan investasi yang sehat serta legal. Kolaborasi ini diyakini mampu menghadirkan diskusi yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Di tengah maraknya fenomena investasi bodong dan gaya hidup konsumtif di kalangan anak muda, seminar literasi keuangan dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran finansial. Edukasi seperti ini dianggap penting agar mahasiswa tidak mudah terjebak dalam tren keuangan yang merugikan.
Selain menjadi ruang edukasi, seminar tersebut juga diharapkan dapat menjadi wadah bertukar gagasan antara mahasiswa, komunitas literasi, dan pegiat edukasi keuangan. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga pusat penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
Bhumi Literasi Anak Bangsa sendiri selama ini dikenal aktif mendorong berbagai gerakan literasi akar rumput di berbagai daerah Indonesia. Kehadiran Bhumi Literasi Sultra melalui kegiatan ini memperlihatkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman finansial sebagai bagian dari kecakapan hidup.
Rencana seminar pada 12 Mei 2026 tersebut kini mulai mendapat perhatian dari berbagai kalangan mahasiswa di lingkungan FISIP UHO. Banyak pihak berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya gerakan literasi keuangan yang lebih luas dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.


