-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa Apresiasi Hadirnya Buku “Mozaik Budaya Fakfak”

    Bhumi Literasi
    Tuesday, May 19, 2026, May 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T07:01:28Z

     



    Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa, Rizal Mutaqin, memberikan apresiasi atas terbitnya buku “Mozaik Budaya Fakfak” karya Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi., yang dinilai menjadi kontribusi nyata dalam pelestarian budaya lokal Papua melalui dunia literasi.

    Menurut Rizal Mutaqin, kehadiran buku tersebut menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki nilai yang perlu dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat luas melalui karya tulis yang edukatif dan inspiratif.

    Ia menyampaikan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk merawat identitas bangsa dan memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman.

    “Buku Mozaik Budaya Fakfak memiliki makna mendalam karena menjadi jembatan pengetahuan antara generasi sekarang dengan warisan budaya yang dimiliki masyarakat Papua,” ujar Rizal Mutaqin dalam keterangannya.



    Rizal menilai langkah Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan dalam mendokumentasikan budaya Fakfak merupakan bentuk kepedulian terhadap kekayaan tradisi daerah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

    Ia juga mengapresiasi semangat penulis yang mampu menghadirkan karya literasi di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai aparat negara. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi contoh positif bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

    Bhumi Literasi Anak Bangsa, lanjut Rizal, selama ini terus mendorong lahirnya karya-karya literasi yang mengangkat nilai budaya, pendidikan, dan kebangsaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

    Ia berharap buku “Mozaik Budaya Fakfak” dapat menjadi referensi pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin memahami lebih dekat budaya dan kearifan lokal masyarakat Fakfak.

    Selain itu, Rizal juga mengajak generasi muda Papua untuk aktif menulis dan mendokumentasikan potensi daerahnya masing-masing agar kekayaan budaya Indonesia tetap terjaga dan dikenal hingga masa mendatang.

    Terbitnya buku “Mozaik Budaya Fakfak” dinilai menjadi momentum positif dalam memperkuat gerakan literasi nasional sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melalui karya tulis yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 

    Komentar

    Tampilkan