-->
  • Jelajahi

    Copyright © Bhumi Literasi Anak Bangsa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Profil

    Mayjen TNI (Purn.) Dr. Nugraha Gumilar Apresiasi Peluncuran Buku “Mozaik Budaya Fakfak”

    Bhumi Literasi
    Tuesday, May 19, 2026, May 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T08:17:05Z

     


    Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Nugraha Gumilar, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peluncuran buku “Mozaik Budaya Fakfak” karya Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan, S.Psi., yang dinilai menjadi kontribusi positif dalam pelestarian budaya daerah.

    Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap semangat literasi dan kepedulian terhadap budaya lokal yang dituangkan melalui karya tulis. Menurutnya, kehadiran buku tersebut memiliki nilai penting dalam memperkenalkan budaya Fakfak kepada masyarakat luas.

    “Selamat dan sukses kepada Kapten Cpm Prasetyo Budhi atas peluncuran buku Mozaik Budaya Fakfak. Semoga buku tersebut menjadi bagian penting untuk mengenal lebih dalam tentang budaya Fakfak. Sukses selalu,” ujar Mayjen TNI (Purn.) Dr. Nugraha Gumilar.

    Ia menilai bahwa budaya daerah merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda melalui berbagai media, termasuk dunia literasi dan karya tulis.

    Menurut Nugraha Gumilar, langkah Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan dalam mendokumentasikan budaya Fakfak menunjukkan kepedulian terhadap kekayaan tradisi lokal yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Papua.

    Ia juga menegaskan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam membangun wawasan kebangsaan dan memperkuat rasa cinta terhadap budaya Indonesia yang beragam.

    Sebagai Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Mayjen Nugraha Gumilar mendukung penuh lahirnya karya-karya literasi yang mampu memberikan edukasi sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

    Kehadiran buku “Mozaik Budaya Fakfak” dinilai dapat menjadi referensi penting bagi masyarakat, pelajar, dan generasi muda untuk memahami sejarah, adat, dan nilai budaya masyarakat Fakfak secara lebih mendalam.

    Ia berharap karya tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi budaya semata, tetapi juga mampu menginspirasi lahirnya penulis-penulis baru yang peduli terhadap pelestarian budaya daerah di seluruh Indonesia.

    Peluncuran buku “Mozaik Budaya Fakfak” pun menjadi momentum yang menunjukkan sinergi antara dunia literasi, pelestarian budaya, dan semangat pengabdian dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan berkarakter. 

    Komentar

    Tampilkan