Jakarta – Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh tantangan, Sekretaris Dewan Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto, S.Kom., M.T.I., CHRMP., mengajak masyarakat untuk menjadikan ketenangan hati sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kedamaian batin merupakan sumber kekuatan yang mampu menjaga semangat, kebijaksanaan, dan optimisme dalam menghadapi berbagai situasi.
Dalam sebuah pesan inspiratif, Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto menyampaikan bahwa setiap manusia perlu belajar menemukan ketenangan dalam setiap keadaan, baik ketika menghadapi keberhasilan maupun saat diterpa berbagai ujian kehidupan. Kemampuan menjaga hati tetap damai menjadi modal penting untuk tetap berpikir jernih dan bertindak bijaksana.
"Mari kita belajar menemukan ketenangan dalam setiap keadaan. Sebab, hanya dengan hati yang damai, kita mampu merasakan semangat pagi, keindahan sore, dan kedamaian malam secara utuh," ungkap Bayu Kurnianto. Pesan tersebut mengandung makna bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya ditentukan oleh kondisi di luar diri, tetapi juga oleh kemampuan seseorang mengelola hati dan pikirannya.
Menurutnya, kehidupan yang penuh tekanan sering kali membuat seseorang kehilangan kesempatan menikmati berbagai anugerah yang hadir setiap hari. Padahal, semangat di pagi hari, kehangatan suasana sore, hingga ketenangan malam merupakan nikmat yang akan terasa lebih bermakna ketika hati berada dalam keadaan damai.
Sebagai Sekretaris Dewan Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Bayu Kurnianto juga menilai bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun karakter, kecerdasan emosional, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Literasi yang utuh akan melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.
Ia menambahkan bahwa masyarakat saat ini memerlukan ruang-ruang refleksi untuk menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial. Sikap tenang diyakini mampu membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih objektif, mengurangi konflik, serta memperkuat hubungan dengan sesama.
Pesan yang disampaikan Bayu Kurnianto mendapat perhatian dari berbagai kalangan karena dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Banyak pihak menilai bahwa kemampuan menjaga ketenangan batin menjadi salah satu keterampilan dalam menghadapi tantangan era digital yang sarat dengan tekanan, persaingan, dan perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Melalui nilai-nilai yang terus dikembangkan Bhumi Literasi Anak Bangsa, semangat membangun karakter positif diharapkan dapat tumbuh bersamaan dengan meningkatnya budaya literasi masyarakat. Organisasi tersebut terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus ketangguhan moral dan emosional sebagai bekal menghadapi masa depan.
Ajakan untuk menemukan ketenangan hati juga menjadi pengingat bahwa kehidupan tidak selalu harus dijalani dengan tergesa-gesa. Dengan hati yang damai, seseorang akan lebih mudah mensyukuri setiap momen, menghargai proses kehidupan, serta menghadapi berbagai tantangan dengan penuh harapan dan keyakinan.
Melalui pesan inspiratif tersebut, Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto berharap masyarakat dapat menjadikan ketenangan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan hati yang damai, setiap awal hari dapat disambut dengan semangat, setiap senja dinikmati dengan rasa syukur, dan setiap malam menjadi waktu untuk beristirahat dalam kedamaian, sehingga kehidupan dapat dijalani secara lebih utuh, seimbang, dan bermakna.


