-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Profil

Iklan

Indeks Berita

666 Tahun Islam di Tanah Papua, Bhumi Literasi Anak Bangsa Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah

Friday, August 7, 2026 | August 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-08T03:47:17Z

 


Keluarga Besar Bhumi Literasi Anak Bangsa mengucapkan selamat memperingati 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua, yang diperingati setiap tanggal 8 Agustus. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Islam dalam membentuk sejarah, kehidupan sosial, pendidikan, dan kebudayaan masyarakat di Tanah Papua.

Peringatan yang berlangsung pada 8 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya Bhumi Literasi Anak Bangsa untuk terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi sejarah dan kebudayaan. Sejarah masuknya Islam di Papua merupakan bagian tidak terpisahkan dari mozaik perjalanan peradaban Nusantara yang kaya akan keberagaman.

Bagi Bhumi Literasi Anak Bangsa, sejarah bukan sekedar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran bagi generasi masa kini dan masa depan. Berbagai jejak sejarah mengenai perkembangan Islam di Papua menunjukkan adanya interaksi antarmasyarakat, perdagangan, pendidikan, dakwah, serta pertukaran budaya yang berlangsung dalam perjalanan panjang sejarah kepulauan Indonesia.

Peringatan 666 tahun ini juga menjadi kesempatan untuk mengingat kontribusi para pendahulu yang turut memperkenalkan dan mengembangkan nilai-nilai Islam di berbagai wilayah Papua. Perjalanan tersebut melahirkan tradisi, lembaga pendidikan, komunitas, serta warisan budaya yang hingga kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua.

Bhumi Literasi Anak Bangsa memandang keberagaman sejarah keagamaan dan kebudayaan Indonesia sebagai kekayaan bangsa yang perlu dirawat bersama. Pemahaman sejarah yang baik diharapkan mampu memperkuat rasa saling menghargai, toleransi, persaudaraan, serta kecintaan terhadap tanah air.

Dalam momentum tersebut, Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa, Dr. Nugraha Gumilar, M.Sc., turut menyampaikan pesan agar masyarakat senantiasa menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai kebaikan, persaudaraan, dan kebersamaan perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

Menurut Bhumi Literasi Anak Bangsa, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan memori sejarah. Perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan sejarah sekaligus mencegah hilangnya narasi-narasi lokal yang memiliki nilai penting bagi identitas bangsa.

Momentum 666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak untuk melakukan penelitian, dokumentasi, penulisan, dan publikasi mengenai sejarah Islam di Papua. Dengan demikian, berbagai warisan sejarah tidak hanya tersimpan dalam ingatan masyarakat, tetapi juga terdokumentasi secara baik dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Bhumi Literasi Anak Bangsa menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan literasi, sejarah, dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan. Semangat tersebut sejalan dengan misi untuk menghadirkan ruang belajar dan berkarya bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi.

Keluarga Besar Bhumi Literasi Anak Bangsa berharap Semoga momentum bersejarah ini menjadi pengingat akan panjangnya perjalanan peradaban, memperkuat persaudaraan, serta menjadi inspirasi untuk terus merawat keberagaman dan membangun Indonesia yang damai, berbudaya, dan penuh kebaikan.
×
Berita Terbaru Update