Bhumi Literasi Anak Bangsa terus mengembangkan gerakan literasi berbasis komunitas dengan membangun jejaring di berbagai daerah. Kehadiran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) menjadi bagian penting dalam memperluas ruang kolaborasi, kegiatan literasi, serta pemberdayaan masyarakat sesuai dengan karakter dan potensi masing-masing wilayah.
Di balik perkembangan tersebut, terdapat sejumlah sosok yang dipercaya memimpin DPW Bhumi Literasi di daerah. Mereka datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, aparatur pemerintahan, hingga pegiat literasi. Keragaman latar belakang tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam membangun gerakan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga pengembangan kapasitas masyarakat.
Di Jawa Timur, Bhumi Literasi dipimpin oleh Taufiquddin, S.Si., M.Si. sebagai Ketua DPW Jawa Timur. Dengan latar belakang akademik, ia menjadi bagian dari penggerak Bhumi Literasi dalam membangun kegiatan literasi dan jejaring komunitas di wilayah Jawa Timur. Kehadiran DPW Jawa Timur diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya berbagai potensi literasi dari kalangan akademisi, mahasiswa, komunitas, maupun masyarakat umum.
Sementara itu, di Nusa Tenggara Barat, kepemimpinan DPW dipercayakan kepada Fazhurrahman, S.STP., M.AP. Ia merupakan sosok yang memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan sekaligus memiliki perhatian terhadap pengembangan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, DPW NTB menjadi salah satu bagian dari upaya Bhumi Literasi menghadirkan kegiatan yang dekat dengan persoalan masyarakat dan potensi lokal.
Bergerak ke Sulawesi Tenggara, terdapat Muh. Husriadi, S.AB., M.AB. yang dipercaya sebagai Ketua DPW Sulawesi Tenggara. Dengan latar belakang akademisi, ia membawa semangat untuk menjadikan literasi sebagai ruang pengembangan pengetahuan dan kolaborasi. Sulawesi Tenggara sendiri memiliki keragaman daerah, budaya, dan potensi masyarakat yang dapat menjadi sumber gagasan dalam gerakan literasi.
Di Lampung, Sri Wahyu Utami, S.Sos. menjalankan amanah sebagai Ketua DPW Lampung. Perjalanan literasinya juga tidak terlepas dari aktivitas masyarakat dan komunitas. Kehadiran DPW Lampung menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan Bhumi Literasi agar dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana di tengah masyarakat dan berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat lebih luas.
Sementara itu, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dipimpin oleh Mahendra Bhirawa, S.E., S.H., M.Sc. sebagai Ketua DPW DIY. Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan dan kebudayaan memberikan ruang yang luas bagi pengembangan kegiatan literasi. Kehadiran Bhumi Literasi di wilayah ini menjadi bagian dari upaya membangun jejaring dengan berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap pendidikan, pengetahuan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Di DKI Jakarta, Aan Fatwa Setiawan, S.Psi., M.Sc. dipercaya sebagai Ketua DPW DKI Jakarta. Dengan latar belakang psikologi dan pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia, ia menjadi salah satu sosok yang membawa perspektif pengembangan manusia dalam gerakan Bhumi Literasi. Jakarta sebagai pusat aktivitas masyarakat dengan beragam latar belakang juga menjadi ruang strategis bagi pengembangan jejaring literasi dan kolaborasi.
Keenam sosok tersebut menunjukkan bahwa gerakan Bhumi Literasi tumbuh melalui keberagaman latar belakang dan pengalaman. Ada akademisi, aparatur pemerintahan, profesional, serta penggerak masyarakat yang bertemu dalam satu ruang gerakan. Perbedaan keahlian dan pengalaman tersebut menjadi modal untuk menghadirkan berbagai bentuk kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Bagi Bhumi Literasi Anak Bangsa, keberadaan DPW bukan sekedar struktur organisasi. DPW diharapkan menjadi rumah bagi para pegiat literasi untuk bertemu, berdiskusi, menulis, berkolaborasi, dan menghadirkan gagasan yang dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Karena itu, para Ketua DPW memiliki peran penting dalam menerjemahkan semangat gerakan literasi berbasis komunitas ke dalam kondisi lokal masing-masing.
Mengenal para Ketua DPW Bhumi Literasi berarti mengenal orang-orang yang berada di balik upaya memperluas gerakan literasi dari berbagai daerah. Dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Lampung, DIY, hingga DKI Jakarta, mereka membawa pengalaman dan perspektif masing-masing untuk membangun satu gerakan bersama. Sebuah gerakan yang meyakini bahwa literasi bukan hanya tentang buku dan tulisan, tetapi juga tentang membuka ruang bagi manusia untuk belajar, berbagi, tumbuh, dan menciptakan perubahan.
