Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di berbagai daerah yang masih tertinggal. Saat melakukan kunjungan lapangan, Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kondisi anak-anak sekolah yang harus melewati sungai tanpa jembatan memadai. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, “Anak-anakku sabar, saya sedang bekerja. Mudah-mudahan tahun depan semua jembatan bisa berdiri.” Ucapan tersebut langsung mendapat sorakan haru dari rakyat yang telah menantikan perubahan selama bertahun-tahun.
Prabowo menjelaskan bahwa dirinya sudah memerintahkan kementerian terkait untuk memetakan seluruh wilayah yang membutuhkan pembangunan jembatan secara mendesak. Ia menekankan bahwa akses pendidikan tidak boleh terhambat oleh kondisi geografis atau kurangnya fasilitas dasar. Menurutnya, negara harus hadir untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan setiap anak yang berangkat menuntut ilmu.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung bagaimana pembangunan jembatan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang keadilan sosial. Ia menyebut bahwa selama ini terlalu banyak daerah yang dibiarkan tertinggal karena anggaran pembangunan tidak disalurkan secara tepat dan merata. Pembangunan jembatan, katanya, merupakan simbol hadirnya negara bagi kelompok masyarakat yang selama puluhan tahun tidak diperhatikan.
Suasana berubah lebih tegang ketika Prabowo menyampaikan pesan keras kepada para koruptor. Dengan nada tinggi dan penuh emosi, ia berkata, “Hei koruptor-koruptor, lihat ini. Mereka ke sekolah basah, pulang basah.” Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan rakyat yang tampak lega mendengar ketegasan Presiden dalam memerangi korupsi.
Prabowo menegaskan bahwa korupsi merupakan penghambat terbesar pembangunan Indonesia. Menurutnya, setiap rupiah yang dicuri oleh pejabat tidak bertanggung jawab berarti fasilitas publik tertunda, jembatan tidak terbangun, dan anak-anak tetap harus berjuang melawan bahaya setiap hari hanya untuk bisa sekolah. Ia menyebut bahwa kasus-kasus korupsi harus diproses tanpa pandang bulu dan mendapat hukuman setimpal.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta aparat penegak hukum memperkuat pengawasan terhadap anggaran infrastruktur. Ia tidak ingin ada celah yang bisa dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi. Presiden menekankan bahwa anggaran negara harus sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil.
Masyarakat yang hadir terlihat menyambut baik pernyataan Prabowo. Beberapa warga mengaku optimistis, mengingat pemerintah saat ini sedang melakukan reformasi besar-besaran dalam tata kelola pembangunan. Mereka berharap bahwa janji pembangunan jembatan tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk nyata.
Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan bahwa pembangunan jembatan akan memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas pendidikan di wilayah mereka. Dengan adanya jembatan, anak-anak tidak lagi harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberang sungai. Orang tua pun merasa lebih tenang karena perjalanan anak ke sekolah akan menjadi lebih aman dan nyaman.
Pernyataan Prabowo juga dianggap sebagai sinyal kuat bagi jajaran pemerintahan untuk mempercepat program pembangunan nasional. Para pengamat menilai bahwa komitmen Presiden dalam mengatasi ketimpangan infrastruktur menjadi salah satu indikator keseriusan pemerintah dalam mengejar pemerataan pembangunan.
Di akhir pidaotnya, Prabowo kembali menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ada satu pun anak di Indonesia yang terhambat pendidikannya hanya karena negara gagal menyediakan sarana dasar. Ia berjanji akan terus mengawasi secara langsung jalannya pembangunan, termasuk proyek jembatan yang akan menjadi prioritas utama tahun depan. “Anak-anak itu masa depan bangsa. Kita tidak boleh mengecewakan mereka,” tutupnya.

