Dewan Pembina Bhumi Literasi Anak Bangsa bersama Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bhumi Literasi Anak Bangsa menggelar pembahasan strategis terkait kandidat calon Wakil Ketua Umum (Waketum) Bhumi Literasi Anak Bangsa yang akan dimusyawarahkan pada Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Pembahasan ini menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi dalam rangka menyiapkan kepemimpinan yang visioner, inklusif, dan mampu menjawab tantangan gerakan literasi di tingkat nasional. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana serius namun tetap mengedepankan semangat musyawarah dan kebersamaan.
Dewan Pembina menekankan bahwa posisi Wakil Ketua Umum memiliki peran strategis dalam mendukung kepemimpinan Ketua Umum, khususnya dalam mengoordinasikan program-program literasi, penguatan jaringan, serta pembinaan pengurus di berbagai daerah.
Sementara itu, DPP Bhumi Literasi Anak Bangsa menyampaikan sejumlah kriteria umum yang menjadi pertimbangan dalam penjaringan kandidat calon Waketum. Kriteria tersebut antara lain rekam jejak pengabdian terhadap organisasi, komitmen terhadap pengembangan literasi anak bangsa, kapasitas kepemimpinan, serta kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.
Dalam pembahasan tersebut, sejumlah nama kandidat mulai dikaji secara objektif dan proporsional. Dewan Pembina dan DPP sepakat bahwa proses ini tidak dimaksudkan untuk menentukan keputusan akhir, melainkan sebagai tahap awal pemetaan calon yang dinilai layak untuk dimusyawarahkan secara nasional.
Munas Bhumi Literasi Anak Bangsa yang akan digelar pada September 2026 nantinya menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengambil keputusan strategis, termasuk penetapan pimpinan pusat. Oleh karena itu, seluruh proses pra-Munas diupayakan berjalan transparan, demokratis, dan berlandaskan nilai-nilai organisasi.
Dewan Pembina juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi menjelang Munas. Perbedaan pandangan dalam menentukan calon pimpinan dinilai sebagai dinamika yang wajar, selama tetap dijalankan dalam koridor etika organisasi dan semangat persatuan.
DPP Bhumi Literasi Anak Bangsa berkomitmen untuk terus melibatkan berbagai unsur organisasi, termasuk pengurus wilayah dan cabang, dalam menyerap aspirasi terkait figur kepemimpinan yang diharapkan ke depan. Hal ini sejalan dengan prinsip partisipatif yang menjadi ruh Bhumi Literasi Anak Bangsa.
Pembahasan kandidat calon Waketum ini sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan organisasi, capaian program, serta tantangan literasi yang masih dihadapi di berbagai daerah, khususnya dalam meningkatkan minat baca dan kualitas literasi anak-anak Indonesia.
Dengan persiapan yang matang dan proses musyawarah yang sehat, Bhumi Literasi Anak Bangsa optimistis Munas 2026 akan melahirkan kepemimpinan yang kuat, amanah, dan mampu membawa organisasi semakin berkontribusi nyata bagi pembangunan literasi nasional.


