Bhumi Literasi Anak Bangsa kembali menggelar kegiatan edukatif bertajuk Ngobrol Bareng Anak IT Juga Bisa Jadi Tentara yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Januari 2026, pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara live melalui Instagram dan terbuka untuk umum, khususnya generasi muda yang memiliki latar belakang dan minat di bidang teknologi informasi (IT).
Acara ini diprakarsai oleh Dewan Pengurus Pusat Bhumi Literasi Anak Bangsa sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperluas wawasan literasi karier, sekaligus mematahkan stigma bahwa dunia militer hanya diperuntukkan bagi latar belakang non-teknologi.
Yang bertindak sebagai narasumber utama adalah Kapten Cke Rizal Mutaqin, S.Kom., M.Sc., perwira TNI AD yang juga dikenal sebagai penulis dan Ketua Umum Bhumi Literasi Anak Bangsa. Kehadirannya memberikan perspektif langsung dari pelaku yang menjalani karier militer dengan latar belakang IT.
Acara dipandu oleh Aan Fatwa Setiawan, S.Psi., M.Sc., selaku Kabid Kaderisasi dan Keanggotaan Bhumi Literasi Anak Bangsa, yang mengarahkan diskusi agar tetap santai namun berbobot. Gaya dialog yang komunikatif membuat topik berat terasa ringan dan mudah dipahami oleh audiens.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam ngobrol bareng ini adalah peluang karier anak IT di dunia militer. Narasumber menjelaskan bahwa TNI, khususnya di era digital, sangat membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi, mulai dari sistem informasi, keamanan siber, hingga pengolahan data.
Kapten Rizal Mutaqin menegaskan bahwa kemampuan IT tidak hanya relevan di dunia sipil, tetapi juga menjadi elemen strategis dalam pertahanan negara. Peran IT kini menyentuh berbagai aspek militer, seperti pengelolaan data operasi, pengamanan informasi, pengembangan aplikasi internal, hingga dukungan teknologi komunikasi.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas jalur masuk dan adaptasi anak IT ke dunia militer. Peserta mendapatkan gambaran bahwa latar belakang IT justru menjadi nilai tambah, selama diimbangi dengan kesiapan fisik, mental, dan komitmen terhadap disiplin militer.
Acara ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman langsung dari penulis buku “Anak IT Juga Bisa Jadi Tentara”, yang mengangkat kisah nyata bahwa dunia teknologi dan dunia militer bukan dua kutub yang saling bertentangan, melainkan bisa saling melengkapi.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang masuk selama siaran berlangsung. Hal ini menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mengetahui alternatif karier yang menggabungkan keahlian teknologi dengan pengabdian kepada negara.
Melalui kegiatan Ngobrol Bareng ini, Bhumi Literasi Anak Bangsa berharap dapat membuka cakrawala berpikir generasi muda bahwa anak IT tidak melulu soal ngoding dan begadang, tetapi juga memiliki peluang berkontribusi secara strategis di dunia militer demi kemajuan dan keamanan bangsa.

